Lomba Video Pendek Konservasi Air Libatkan 240 Orang Dan Hasilkan 57 Video Lingkungan

SURABAYA – Ruang Pola Gedung BAPPEKO (Badan Perencanaan Dan Pembangunan Kota) tampak membludak dengan adanya ratusan siswa pelajar SD, SMP dan SMA/SMK beserta guru pembina lingkungannya. Lomba video pendek yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) serta PDAM Surya Sembada ini melibatkan sedikitnya 240 orang siswa kader lingkungan se Surabaya, Minggu (09/02).

Satuman, aktivis Tunas Hijau, sibuk mengumpulkan video pendek hasil karya peserta lomba video pendek konservasi dalam rangka serangkaian kegiatan Surabaya Eco School 2013

Satuman, aktivis Tunas Hijau, sibuk mengumpulkan video pendek hasil karya peserta lomba video pendek konservasi dalam rangka serangkaian kegiatan Surabaya Eco School 2013

“Dalam lomba video pendek lingkungan konservasi air ini, sebanyak 57 tim berpartisipasi yang terdiri atas 24 tim SMA, 24 tim SMP dan 9 tim SD,” ucap Satuman, aktivis Tunas Hijau. Lomba video pendek lingkungan konservasi air yang merupakan serangkaian program Surabaya Eco School 2013 ini, 57 tim sangat antusias dalam membuat video pendek, baik saat proses pengambilan gambar maupun saat editing videonya.

Salah satunya adalah yang terjadi pada 9 tim SD, meskipun masih awam dalam pembuatan video, namun hal tersebut tidak terbukti pada video pendek yang mereka hasilkan. Menurut penuturan Satuman, koordinator lomba video pendek konservasi air ini, 9 tim SD ini tidak boleh dianggap remah, karena kualitas video yang mereka hasilkan luar biasa.

Salah seorang kader lingkungan SMPN 4 sedang mengambil video untuk karya lomba video pendek konservasi air sekolahnya

Salah seorang kader lingkungan SMPN 4 sedang mengambil video untuk karya lomba video pendek konservasi air sekolahnya

“Kuaitas video mereka begitu luar biasa karena terkonsep dengan baik dan sangat kreatif. Salah satu contohnya video karya SDK Santa Clara yang mengusung teknik stopmotion dengan menggabungkan video lainnya. Hasilnya cukup kreatif untuk tingkat SD,” terang Satuman. Menurut Cornelia Laksmi, salah seorang kader lingkungan SDK Santa Clara, teknik stopmotion merupakan teknik yang seru dan menggemaskan.

“Idenya sederhana, kami buat langkah-langkah konservasi air. Seperti membuat lubang resapan biopori dan menanam pohon, semua videonya kami buat dengan stopmotion yaitu menggabungkan video satu dengan video lainnya, ditambah gambar yang lucu,” ucap Cornelia. Dalam lomba video pendek konservasi air tersebut, peserta diberikan waktu pengumpulan karya mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Salah seorang kader lingkungan SMKN 1 tampak antusias melakukan proses editing hasil karya video pendek bertemakan konservasi air dalam lomba video pendek lingkungan

Salah seorang kader lingkungan SMKN 1 tampak antusias melakukan proses editing hasil karya video pendek bertemakan konservasi air dalam lomba video pendek lingkungan

“Peserta lomba video, kami berikan waktu selama 11 jam untuk mengambil gambar atau video sampai proses editingnya. Dengan waktu yag sebanyak itu, benar-benar dimanfaatkan oleh peserta, karena siang haripun mereka sudah tampak melakukan proses editing di ruang Pola ini,” ucap Satuman.

Rizki Amirulloh, siswa SMKN 1, mengatakan bahwa untuk proses editing videonya, tidak perlu menunda, karena membuat videonya rusak.  “Saya tadi membuat video tentang pencemaran air. Kalau air yang sudah tercemar susah untuk dikembalikan kembali menjadi air yang bersih. Jika dilakukan pengolahan limbahnya maka akan membutuhkan tindakan dan teknologi yang canggih dan mahal,” ucap Rizki Amirulloh.

Salah seorang kader lingkungan tampak antusias melakukan proses editing hasil karya video pendek bertemakan konservasi air dalam lomba video pendek lingkungan yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali serta PDAM Surya Sembada

Salah seorang kader lingkungan tampak antusias melakukan proses editing hasil karya video pendek bertemakan konservasi air dalam lomba video pendek lingkungan yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali serta PDAM Surya Sembada

Ketua kader lingkungan SMKN 1 ini menambahkan bahwa pesan lingkungan yang ingin disampaikannya adalah manusia harus menjaga kondisi air yang ada di Bumi. Karena sekali saja mencemari air di Bumi, maka dibutuhkan teknologi yang mahal untuk mengembalikannya bersih seperti semula.

Sementara itu, sebanyak 57 video pendek lingkungan berhasil terkumpul dalam lomba video pendek lingkungan tersebut. Berbagai jenis video pendekpun dihasilkan oleh 57 tim, diantaranya adalah jenis video iklan, liputan, dokumenter, stopmotion sampai komedi atau parodi.

Kader lingkungand dari berbagai sekolah antusias mengisi daftar ulang pada saat registrasi lomba video pendek lingkungan dengan tema konservasi air

Kader lingkungand dari berbagai sekolah antusias mengisi daftar ulang pada saat registrasi lomba video pendek lingkungan dengan tema konservasi air

“Video karya peserta merupakan media informasi untuk menyampaikan peduli lingkungan hidup. Dengan karya peserta yang kreatif pasti pesan yang akan disampaikan lebih mengena dan dapat diterima banyak orang,” terang Satuman, direktur Surabaya Eco School 2013. (1man/ryn)