Pengumuman Peserta Exchange Program Australia 2014

SURABAYA – Tahapan terakhir seleksi Environment Exchange Program Australia sebagai bagian dari program Surabaya Eco School 2013 sudah selesai dilaksanakan akhir pekan lalu. Tahapan terakhir itu berupa pemaparan kiprah diri masing-masing kandidat sekolah. Pemaparan siswa telah dilaksanakan Jumat (14/2), pemaparan kepala sekolah telah dilaksanakan Sabtu (15/2), dan pemaparan guru telah dilaksanakan Minggu (16/2). 

Budiarti, mantan kepala SDN Bubutan IV Surabaya, pemaparannya  memukau seluruh juri dan juga peserta pemaparan yang lainnya

Budiarti, mantan kepala SDN Bubutan IV Surabaya, pemaparannya memukau seluruh juri dan juga peserta pemaparan yang lainnya

Sebagaimana ketentuan yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa penentuan siswa, guru dan kepala sekolah yang lolos mengikuti exchange ke Australia ini telah dilakukan sejak awal pelaksanaan program Surabaya Eco School 2013. “Penilaian lantas berlanjut pasca awarding program yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali ini. Ditambah dengan saat pemaparan kiprah diri oleh masing-masing kandidat,” kata Aktivis Senior dan Presiden Tunas Hijau Mochamad Zamroni di markas Tunas Hijau, Jumat (21/2) pagi.

Yang pasti, penentuan dilakukan dengan seobyektif mungkin. Bahkan untuk menjaga obyektifitas penilaian kandidat pada tahapan akhir, yaitu saat pemaparan kiprah diri, Tunas Hijau melibatkan beberapa juri dari lembaga lain. Juri yang dimaksud adalah pejabat Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya, serta PT Pembangkitan Jawa-Bali.

Alex Sandra Herlina, dokter UKS SMAK St Louis 1 Surabaya, terus melibatkan segenap warga sekolah untuk peduli lingkungan. Menurutnya, kecerdasan emosional dan spiritual bisa diraih dengan program peduli lingkungan hidup

Alex Sandra Herlina, dokter UKS SMAK St Louis 1 Surabaya, terus melibatkan segenap warga sekolah untuk peduli lingkungan. Menurutnya, kecerdasan emosional dan spiritual bisa diraih dengan program peduli lingkungan hidup

Bahkan, untuk seleksi guru, Tunas Hijau juga melibatkan salah seorang simpatisannya yang juga pemerhati lingkungan hidup internasional dan isteri Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. “Untuk guru, kami bahkan melibatkan Michaela Newnham yang sangat berpengalaman di dunia internasional,” tambah Mochamad Zamroni.

Berikut ini adalah siswa, guru dan kepala sekolah yang dinyatakan lolos untuk mengikuti Environment Exchange Program ke Australia:

  1. Budiarti, mantan kepala SDN Bubutan IV
  2. Tri Wahyuningtyas, guru pembina lingkungan hidup SDN Kaliasin I
  3. Alex Sandra Herlina, guru pembina lingkungan hidup SMAK St Louis 1 – Eco Teacher (Senior) of the Year 2013
  4. Adelia Roro, siswa SMAN 13 – Eco Student (Junior) of the Year 2011
  5. Jihan Fairuz Atikah, siswa SMPN 5 – Eco Student (Junior) of the Year 2013

Selanjutnya, program Environment Exchange Program Australia akan dilaksanakan Mei 2014 selama lebih dari sepekan. Bagi masing-masing peserta yang lolos tersebut dan belum memiliki paspor  selanjutnya diminta mengurus paspor dalam beberapa pekan ini. (ron)