SDK Santa Clara Simulasikan Program Lingkungan Baru Bank Sampah

SURABAYA – Mendengar istilah Bank sampah, kader lingkungan SDK Santa Clara tertawa karena mengira bahwa bank sampah merupakan bank yang penuh dengan sampah. Namun, pengertian tersebut segera diluruskan oleh Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau, saat pembinaan lingkungan yang digelar di sekolahnya, Senin (10/02).

Kader Lingkungan SDK Santa Clara melakukan simulasi penerapan bank sampah yang merupakan program lingkungan terbaru untuk dijalankan di sekolah

Kader Lingkungan SDK Santa Clara melakukan simulasi penerapan bank sampah yang merupakan program lingkungan terbaru untuk dijalankan di sekolah

Menurut Anggriyan, bank sampah merupakan sebuah istilah untuk program pengumpulan sampah dengan menerapkan cara kerja seperti bank sebenarnya. “Bedanya antara bank dan bank sampah adalah terletak pada barang yang ditabung pada bank asli adalah uang, sedangkan pada bank sampah bukanlah uang melainkan sampah. Selain itu, perbedaan yang mencolok adalah bank sampah memiliki timbangan,” terang Anggriyan Permana.

Penjelasan tersebut langsung dapat dimengerti oleh mereka. Bank sampah merupakan program lingkungan terbaru yang akan diterapkan oleh kader lingkungan di sekolah. Hal tersebut disampaikan oleh Cornelia Laksmi Bayu Murti, ketua kader lingkungan.

Kader lingkungan SDK Santa Clara menimbang sampah yang sudah dikumpulkan oleh kader lingkungan lainnya

Kader lingkungan SDK Santa Clara menimbang sampah yang sudah dikumpulkan oleh kader lingkungan lainnya

“Kami tertarik untuk menerapkan bank sampah, karena untuk memperingan kerja kader lingkungan pada program sebelumnya, yaitu pengumpulan sampah botol. Pada program sebelumnya, kami yang aktif untuk mengambil sampah ke kelas-kelas, kalau ada bank sampah kan, tinggal perwakilan kelas saja yang menyetorkan kepada petugas bank sampah,” terang Cornelia, siswa peraih penghargaan  eco student of the year Surabaya Eco School 2013.

Tunas Hijaupun mengajak mereka untuk melakukan simulasi penerapan bank sampah untuk pertama kalinya di sekolah. “Sekarang kita akan simulasikan penerapan bank sampah, yang dibutuhkan adalah ada yang menjadi teller, bagian penimbangnya dan nasabah. Setelah itu, silahkan kalian sosialisasikan bank sampah ini kepada kelas-kelas agar membawa sampah yang sudah dikumpulkan ke bank sampah,” ucap Anggriyan.

Kader Lingkungan SDK Santa Clara melakukan sosialisasi tentang program bank sampah di sekolah kepada warga setiap kelas

Kader Lingkungan SDK Santa Clara melakukan sosialisasi tentang program bank sampah di sekolah kepada warga setiap kelas

Kader lingkunganpun segera melakukan sosialisasi tentang bank sampah kepada setiap kelas mulai kelas 1 sampai kelas 6. “Teman-teman mulai besok, sekolah mempunyai program baru yaitu bank sampah. Dimana setiap pulang sekolah, perwakilan kelas diminta untuk menyetorkan sampahnya kepada petugas bank sampah yang ada di depan ruang guru. Hari ini adalah simulasinya,” ucap Alicia Dewi Susanto, siswa kelas 6.

Secara bergantian, perwakilan kelaspun menuju bank sampah  untuk menyetorkan sampah yang sudah dikumpulkan dalam sehari. “Hore, kami berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 0,5 kg yang terdiri dari sampah kertas,” ucap Gaby, siswa kelas 5. Pencapaian hasil simulasi dihari pertama ini memberikan rasa optimis bagi kader lingkungan pada program bank sampah.

Kader lingkungan SDK Santa Clara mengolah sampah organik kedalam keranjang komposter yang merupakan menjadi kebiasaan perilaku ramah lingkungan di sekolah

Kader lingkungan SDK Santa Clara mengolah sampah organik kedalam keranjang komposter yang merupakan menjadi kebiasaan perilaku ramah lingkungan di sekolah

“Kami berharap program bank sampah ini akan membuat warga sekolah lebih peduli lingkungan. Mulai besok, program bank sampah ini akan siap menerima setoran,” ucap Jasmine. Dalam pembinaan ini, tidak hanya mensimulasikan bank sampah saja, Tunas Hijau mengajak kader lingkungan mengolah sampah organik kedalam keranjang komposter. (ryn)