Seleksi Environment Education Exhchange SES 2013 Siswa Heboh, Tunas Hijau Himbau Jelaskan Kiprah Bukan Program Sekolah

SURABAYA – Seleksi program Environment Education Exchange Programm untuk siswa peraih eco student of the week Surabaya Eco School 2013 berlangsung heboh. Sebanyak 30 orang siswa tampak serius menyampaikan kiprahnya dalam perhelatan program lingkungan yang digagas Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), Jumat (14/02). Bertempat diruang ATCS, gedung Pemerintah Kota Surabaya, peserta yang merupakan anggota kader lingkungan baik SD, SMP dan SMA/SMK begitu tidak sabar untuk memulainya.

Vivi Oktaviana – Salah satu peserta seleksi dari SMK Farmasi, ingin menjadi sekolah seperti sekolah-sekolah lain yang peduli lingkungan. Obsesi ingin bisa terpilih.

Vivi Oktaviana – Salah satu peserta seleksi dari SMK Farmasi, yang menuturkan kiprahnya dalam Surabaya Eco School 2013, dirinya ingin menjadikan sekolahnya menjadi sekolah peduli dan berwawasan lingkungan. 

Selama presentasi dari peserta seleksi Environment Education Exchange Programm, beberapa temuan menarik digaris bawahi Tunas Hijau agar tidak terjadi pada seleksi untuk individu lainnya yaitu guru dan kepala sekolah. Temuan menarik tersebut seperti yang disampaikan oleh Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau, sebagian besar peserta seleksi siswa menyampaikan tentang program lingkungan sekolah, bukan kiprah individunya terhadap program lingkungan sekolah yang sudah berjalan.

“Sebagian besar dari mereka menyampaikan program lingkungan sekolah, padahal program sekolah sudah kami nilai sebelum awarding Surabaya Eco School 2013. Sekarang yang ingin kami nilai adalah kiprah individunya selama mengikuti Surabaya Eco School 2013, baik dalam program lingkungan sekolah maupun diluar program lingkungan tersebut,” terang Bram Azzaino. Bram Azzaino menambahkan peserta yang masih menjelaskan program lingkungan sekolah diberikan kesempatan mengulang untuk menjelaskan tentang kiprahnya bukan sekolah.

Jihan Fairuz, siswa SMPN 5 yang merupakan peserta seleksi Environment Education Exchange Programm ini menceritakan kiprahnya pasca Surabaya Eco School 2013 dengan mengajak keluarga membuat lubang resapan biopori

Jihan Fairuz, siswa SMPN 5 yang merupakan peserta seleksi Environment Education Exchange Programm ini menceritakan kiprahnya pasca Surabaya Eco School 2013 dengan mengajak keluarga membuat lubang resapan biopori

Salah satu bentuk kiprah yang disampaikan oleh Jihan Fairuz, siswa SMPN 5 adalah dampak Surabaya Eco School 2013 terhadap dirinya adalah pengembangan program lubang resapan biopori yang sudah diajarkan kepada keluarga, tetangga sampai saudaranya sampai di Madura. “Di rumah saudara saya di Madura, saya sudah mengajarkan mereka untuk membuat lubang resapan biopori di setiap rumah, total sudah ada 25 lubang resapan dengan kedalaman 1 meter,” ucap Jihan Fairuz, siswa kelas 8.

Peraih eco student (junior) of the year Surabaya Eco School 2013 menambahkan bahwa tidak hanya lubang resapan, dirinya juga sudah mengajarkan kepada saudaranya untuk mengolah sampah sisa makanan hasil catering menggunakan keranjang komposter. “Di Madura, saya membuat dan mengajarkan saudara saya yang memiliki usaha catering untuk mengolah sisa makanan menggunakan keranjang komposter, agar diolah menjadi kompos,” imbuh Jihan Fairuz. Satuman, aktivis Tunas Hijau membenarkan kiprah yang disampaikan oleh siswa SMPN 5 ini.

Seleksi Environment Education Exchange programm yang melibatkan sedikitnya 30 orang siswa kader lingkungam SD, SMP dan SMA/SMK berlangsung heboh di ruang ATCS, gedung Pemerintah Kota Surabaya

Seleksi Environment Education Exchange programm yang melibatkan sedikitnya 30 orang siswa kader lingkungam SD, SMP dan SMA/SMK berlangsung heboh di ruang ATCS, gedung Pemerintah Kota Surabaya

“Kalau berbicara kiprah, kalian harus fokus pada apa yang sudah kalian lakukan di sekolah, andil atau peran terbesar apa yang kalian berikan kepada sekolah terkait lingkungan. Harusnya itu yang kalian sampaikan,” ucap Satuman. Direktur Surabaya Eco School 2013 menghimbau kepada peserta seleksi Environment Education Exchange Programm untuk kepala sekolah dan guru, agar menyampaikan kiprahnya dalam Surabaya Eco School 2013.

“Kami himbau untuk kepala sekolah dan guru pembina lingkungan yang akan melakukan seleksi esok harinya, untuk menyampaikan kiprahnya atau peran terbesar dalam program lingkungan sekolah dan Surabaya Eco School 2013. Kami tidak ingin ada kepala sekolah maupun guru yang menyampaikan tentang program sekolah. Cukup fokus pada peran individu saja,” terang Satuman. Satuman berharap agar pada seleksi besok akan berlangsung semakin heboh dan peserta bisa fokus pada kiprahnya dalam Surabaya Eco School 2013. (ryn)