Seleksi Environmental Exchange Adalah Kiprah Individu Dan Himbau Gunakan Bahasa Inggris

SURABAYA – Program Environmental Exchange ke Australia yang merupakan serangkaian kegiatan dari Surabaya Eco School 2013. Berbagai persiapanpun dilakukan, salah satunya adalah dengan menggelar seleksi melalui presentasi. Program yang digagas Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) ini akan memulai proses seleksi mulai tanggal 14, 15 dan 16 Februari di gedung Bappeko dan ATCS. Pemerintah Kota Surabaya.

Berbagai persiapanpun dilakukan terkait dengan seleksi presentasi kiprah eco student, eco teacher dan eco headmaster of the week masing-masing sekolah. Salah satunya adalah menghimbau dan memberikan informasi kepada sekolah-sekolah. “Kami berharap agar, masing-masing eco person menyiapkan presentasi dan essay tentang kiprahnya selama Surabaya Eco School 2013,” ucap Satuman, aktivis Tunas HIjau.

Direktur Surabaya Eco School 2013 ini menambahkan bahwa terkait dengan rotasi guru, kepala sekolah yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, hal tersebut bukan menjadi masalah. “Yang berhak mengikuti seleksi adalah individunya, bukan membawa nama instansi, meskipun sekarang tidak lagi menjadi kepala sekolah, melainkan jadi pengawas, masih tetap bisa ikut seleksi kok,” ucap Satuman.

Tidak hanya itu, Satuman menambahkan meskipun, guru ataupun kepala sekolah tersebut terkena rotasi, mereka masih bisa mengikuti seleksi. Tunas Hijau menghimbau agar rotasi atau perpindahan guru maupun kepala sekolah tidak dijadikan penghambat atau masalah bagi eco person atau peserta seleksi untuk patah semangat.

“Yang kami nilai adalah kiprahnya selama Surabaya Eco School 2013, kalaupun menjadi kepala sekolah di tempat baru, kalau kepala sekolah tersebut meneruskan kiprahnya di sekolah yang baru, maka hal tersebut akan semakin baik,” ucap Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau. Bram Azzain menambahkan agar peserta seleksi bisa menjaga semangat dan terus menginspirasi warga sekolah untuk peduli lingkungan.

Sementara itu, Tunas Hijau juga menhimbau terkait teknis pelaksanaan seleksi yang digelar di gedung Bappeko dan ATCS Pemerintah Kota Surabaya, Anggriyan, aktivis Tunas Hijau menghimbau agar peserta sebisa mungkin memakai bahasa inggris untuk berkomunikasi atau saat mempresentasikan kiprahnya.

“Pokoknya dalam presentasi nanti, harus ada beberapa point yang mereka harus menggunakan bahasa inggris, intinya tidak bisa kalau hanya berbahasa indonesia saja, hal tersebut akan mempengaruhi penilaian dewan juri,” ucap Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau. Anggriyan menambahkan bahwa peserta eco person harus mempersiapkan diri untuk berkomunikasi dengan bahasa inggris. (ryn)