SMAN 6 Ajak 4 Pelajar Korea Panen Kompos Dan Kenalkan Program Lingkungan Sekolah

SURABAYA – Panen kompos jika dilakukan oleh kader lingkungan adalah hal biasa, namun panen kompos bisa menjadi luar biasa bila hal tersebut dilakukan oleh 4 orang pelajar Korea Selatan. Fakta tersebut yang dilakukan oleh kader lingkungan SMAN 6 yang mengajak 4 orang pelajar Dong Eui University Korea melakukan beragam aktivitas lingkungan. Bersama dengan Tunas Hijau dalam pembinaan lingkungan di sekolahnya, Selasa (11/02).

Keempat pelajar Dong Eui University, Korea Selatan tertarik untuk memanen kompos yang berasal dari tong komposter

Keempat pelajar Dong Eui University, Korea Selatan tertarik untuk memanen kompos yang berasal dari tong komposter

Menurut penuturan Enny Sjofinar Joesoef, guru pembina lingkungan, mengatakan bahwa kehadiran pelajar Korea Selatan untuk bertukar pembelajaran di sekolah dimanfaatkan untuk mengenalkan progam lingkungan sekolah. “Mereka sangat antusias sekali saat diajak untuk memanen kompos yang ada didalam tong komposter, tidak ada rasa jijik atau takut kotor dari wajah mereka,”  ucap Enny Sjofinar.

Rasa penasaranpun membuat keempat pelajar tersebut secara bergantian mencoba memanen sendiri kompos yang berasal dari sampah organik seperti daun. Tidak hanya mengajak mereka untuk panen kompos, kader lingkungan yang mempunyai julukan green sixers ini mengajak Choi Yung Ji, salah seorang pelajar  Korea bersama teman-temannya untuk memindahkan bibit tanaman sawi kedalam media pipa paralon.

Keempat pelajar Dong Eui University, Korea Selatan tertarik dengan adanya budidaya jamur tiram yang ada di kebun belakang sekolah

Keempat pelajar Dong Eui University, Korea Selatan tertarik dengan adanya budidaya jamur tiram yang ada di kebun belakang sekolah

“Bibit tanaman ini harus dipindahkan kedalam tempat yang lebih luas dan besar agar tumbuh dengan cepat,” ucap Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau. Secara perlahan, Choi Yung Ji memindahkan bibit tanaan sawi kedalam pipa paralon. “Saya sangat senang dengan sayuran di negara saya, karena di negara saya, sayuran menjadi makanan favorit saya disana,” ucap Choi Yung Ji, pelajar berusia 24 tahun ini.

Sementara itu, keempat pelajar asal Korea Selatan tersebut begitu tertarik dengan budidaya jamur dan TABULAMPOT (Tanaman Buah Dalam Pot) yang ada di kebun belakang sekolah. Shyndy Hermanda, salah seorang kader lingkungan memperkenalkan ragam tanaman buah yang ada di kebun belakang.

Kader lingkungan SMAN 6 menjelaskan ragam buah-buahan yang ada pada kebun Tabulampot sekolah kepada keempat pelajar Dong Eui University, Korea Selatan

Kader lingkungan SMAN 6 menjelaskan ragam buah-buahan yang ada pada kebun Tabulampot sekolah kepada keempat pelajar Dong Eui University, Korea Selatan

“Kami memiliki banyak buah-buhan, mulai dari jeruk, belimbing, sawo dan pepaya, tidak hanya itu saja, kami juga memiliki budidaya jamur, yang kami olah menjadi makanan setiap kali panennya,” ucap Shyndy Hermanda, siswa kelas 11 kepada keempat pelajar tersebut. Beragam buah yang dimiliki sekolah yang berada Jalan Gubernur Suryo ini mendapat tanggapan dari Choi Yung Ji, pelajar Korea Selatan.

Menurut Choi Yung Ji, buah-buahan merupakan hal yang susah untuk didapatkan di negaranya. “Saya senang sekali bisa makan buah-buahan di tempat ini, di Surabaya saya lebih suka makan buah-buahan, karena disana susah untuk mendapatkan buah,” ucap Choi Yung Ji. Pengenalan lingkungan yang dilakukan oleh kader lingkunganpun diakhiri dengan mengajak mereka membuat lubang resapan biopori.

Antusias salah seorang pelajar Korea saat mencoba membuat lubang resapan biopori yang terletak dipinggir lapangan

Antusias salah seorang pelajar Korea saat mencoba membuat lubang resapan biopori yang terletak dipinggir lapangan

“Lubang resapan biopori ini berfungsi untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah, lubang resapan ini juga dapat dijadikan kompos,” ucap Shyndy. Antusias yang tinggi, membuat mereka mencoba membuat lubang resapan biopori. “Ternyata, sungguh menyenangkan aktivitas lingkungan yang ada di sekolah ini,” terang Choi Yung Ji. (ryn)