SMPN 5 Giatkan Kantin Bebas Sampah Plastik Dengan Manfaatkan Bank Sampah

SURABAYA – 7 kantin SMPN 5 secara serentak sudah mengganti plastik es dan sedotan menjadi gelas dan piring. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi volume sampah plastik yang dihasilkan sekolah. Menurut Tri Mariyati, guru pembina lingkungan mengatakan saat ini hanya tinggal botol plastik saja yang masih belum bisa hilang di sekolah.

Kader lingkungan SMPN 5 menunjukkan hasil pengumpulan sampah botol plastik yang ada di sekolah dalam satu hari

Kader lingkungan SMPN 5 menunjukkan hasil pengumpulan sampah botol plastik yang ada di sekolah dalam satu hari

Informasi tersebut disampaikan Tri Mariyati kepada Tunas Hijau saat digelarnya pembinaan lingkungan di sekolahnya, Kamis (06/01). “Mulai Januari lalu, kami sudah menerapkan kantin bebas sampah plastik, bahkan kamii turut mengundang puskesmas sekitar untuk mengecek kualitas makanan dan minuman yang dijual di kantin,” ucap Tri Mariyati.

Botol plastik yang masih tersisapun tidak dibiarkan terbuang begitu saja, kader lingkungan sekolah yang berada di daerah Jalan Rajawali ini melakukan pengumpulan botol plastik setiap dua hari sekali. Menurut Anis Fakhiyatus Syita, ketua kader lingkungan, mengungkapkan bahwa setiap pulang sekolah, mereka mengumpulkan sampah botol plastik untuk disetorkan ke bank sampah.

Kader lingkungan SMPN 5 mengolah sampah organik yang berasal dari hasil grebek pasar yang dilakukan pagi tadi

Kader lingkungan SMPN 5 mengolah sampah organik yang berasal dari hasil grebek pasar yang dilakukan pagi tadi

“Tidak hanya kami saja, setiap satu minggu sekali, setiap kelas diwajibkan untuk menyetorkan sampah layak jual ke bank sampah,” ucap Syita, sapaan akrab ketua kader lingkungan ini. Tidak hanya berupaya untuk menjadikan sekolah bebas plastik saja, peraturan tentang kantinpun dibuat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Peraturan baru tentang lingkungan adalah ketika jam istirahat, siswa dilarang makan dan minum di kelas. Sekolah sudah menyediakan tempat untuk makan dan minum yang terdapat dipojok bangsal,” terang Agung Pambudi, salah seorang kader lingkungan kelas 8. Peraturan ini membawa dampak berkurangnya volume sampah plastik yang dihasilkan oleh masing-masing siswa.

Kader lingkungan SMPN 5 memanfaatkan air hujan yang ada di dalam rainwater tank untuk membasahi tong komposter

Kader lingkungan SMPN 5 memanfaatkan air hujan yang ada di dalam rainwater tank untuk membasahi tong komposter

Dalam pembinaan ini, Tunas Hijau mengajak kader lingkungan untuk memanfaatkan air hujan yang ada di dalam rainwater tank. “Sebaiknya air hujan yang ada di dalam rainwater tank ini segera digunakan untuk menyiram tanaman, tong komposter maupun komposter komunal kalian,” ucap Anggriyan, aktivis Tunas Hijau.

Tidak hanya sekedar memanfaatkan air hujan yang ada di dalam rainwater tank saja, Tunas Hijau mengajak kader lingkungungan untuk mengolah sampah organik hasil grebek pasar pagi tadi. “Ayo Kak, sekarang waktunya kami untuk mengolah sampah organik ke dalam keranjang komposter. Sampah organik ini hasil grebek pasar pagi tadi,” ucap Agung Pambudi, siswa kelas 8. (ryn)