Workshop Pembuatan Video Meriahkan Technical Meeting Lomba Video Pendek Konservasi Air

SURABAYATechnical meeting lomba video pendek bertema konservasi air yang merupakan rangkaian program Surabaya Eco School 2013 digelar hari ini, Rabu, (05/02). Bertempat di aula SMAN 9, sebanyak 42 sekolah hadir untuk menerima penjelasan teknis pelaksanaan lomba video pendek.  42 sekolah peserta lomba video pendek tersebut terdiri dari 10 SD, 19 SMP dan 13 SMA/SMK.

Satuman, aktivis Tunas Hijau, menjelaskan tentang teknis pelaksanaan lomba video pendek konservasi air kepada 53 peserta

Satuman, aktivis Tunas Hijau, menjelaskan tentang teknis pelaksanaan lomba video pendek konservasi air kepada 53 peserta

Berbagai kegiatanpun turut memeriahkan technical meeting seperti workshop tentang pembuatan video pendek dan talkshow video lingkungan Tunas Hijau. “Di era global ini, membuat video jauh lebih mudah. Karena saat ini sudah banyak sarana pendukung mulai dari gadget sampai kamera digitalpun sudah mumpuni untuk membuat sebuah video. Tidak harus dengan kamera panggul,” terang Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau.

Bram Azzaino menambahkan selain didukung gadget yang mumpuni, sudah banyak program aplikasi untuk proses editingnya. “Tinggal kalian saja, mau memanfaatkan atau tidak. Program aplikasi editingnya pun menyediakan kemudahan untuk membuat sebuah video pendek,” imbuh Bram Azzaino.

Peserta lomba video pendek lingkungan terlihat serius menyimak workshop singkat tentang cara pembuatan video pendek yang dipaparkan oleh Bram Azzaino, aktivis Tunas Hijau, dalam technical meeting di SMAN 9

Peserta lomba video pendek lingkungan terlihat serius menyimak workshop singkat tentang cara pembuatan video pendek yang dipaparkan oleh Bram Azzaino, aktivis Tunas Hijau, dalam technical meeting di SMAN 9

Dalam talkshow tentang cara singkat membuat video ini, sebagian peserta menanyakan tentang video iklan pendek. Salah satunya seperti yang ditanyakan oleh Ryan Ananta Yoesefine, siswa SMAN 13, yang menanyakan tentang cara membuat video terlihat bagus.  “Kak, bagaimana cara membuat video iklan pendek lingkungan agar terlihat bagus?,” tanya Ryan Ananta, siswa kelas 11.

Menurut Bram Azzaino, bisa diawali dengan mendiskusikan ide alur cerita videonya. “Jangan mengambil pesan-pesan umum yang bisa saja digunakan peserta lainnya. Kalian harus mencari sesuatu yang berbeda tetapi pesan lingkungannya bisa tersampaikan dan diterima,” tutur Bram Azzaino.

Tidak hanya itu, dalam technical meeting ini, Satuman, aktivis Tunas Hijau, juga memberikan arahan kepada peserta bahwa guru bukan termasuk dalam anggota tim melainkan hanya sebagai pendamping. “Semua aktivitas mulai dari pengambilan gambar, pembuatan cerita sampai proses editing harus dilakukan oleh siswa. Guru hanya sebagai pendamping untuk mengarahkan saja,” ucap Satuman.

Kader lingkungan SMAN 9 mensosialisasikan tentang program grebek sampah di pasar Krampung kepada peserta lomba video pendek konservasi air saat technical meeting

Kader lingkungan SMAN 9 mensosialisasikan tentang program grebek sampah di pasar Krampung kepada peserta lomba video pendek konservasi air saat technical meeting

Aktivis Tunas Hijau berperawakan tinggi menambahkan jika ada pendamping yang melakukan proses pengambilan atau editing video maka karya akan didiskualifikasi. Sementara itu, bersamaan dengan technical meeting lomba video pendek bertema konservasi air, kader lingkungan SMAN 9 turut mensosialisasikan program lingkungan terbaru mereka yaitu grebek pasar.

Momen lomba video pendek lingkungan ini menjadi kesempatan bagi kader lingkungan SMAN 9  untuk mengajak peserta lomba video berpartisipasi dalam program tersebut. “Minggu, 9 Februari, kami mengadakan lomba menggambar untuk anak-anak pedagang di pasar Krampung,” ujar Novandyo, siswa kelas 10.

Ketua kader lingkungan sekolah yang berada di daerah Jalan  Wijaya Kusuma ini menambahkan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah memberikan gambaran mengenai lingkungan yang lestari. “Teman-teman silahkan kegiatan kami bisa dijadikan bahan untuk lomba video kalian,” imbuh Novandyo. (1man/ryn)