Ajak Anak-Anak Amati Kualitas Air Sungai Canning Dalam Discovering Our River Forum

PERTH – Canning River Regional Park menjadi tempat yang dipilih oleh Millennium Kids, lembaga lingkungan hidup Australia bersama Tunas Hijau untuk menggelar Discovering Our River Leadership Forum, Rabu (04/06). Latar belakang atau pemandangan sungai Canning yang indah dan hijaunya hutan rimba menjadi salah satu penyebab dipilihnya lokasi ini, selain di dalam Canning River Regional Park terdapat salah satu pusat informasi edukasi lingkungan hidup tentang sungai Canning bernama Canning River Eco Education Center (CREEC).

Catrina Aniere, CEO Millennium Kids, lembaga lingkungan di Australia memandu pelaksanaan forum anak-anak Discovering Our river di Canning River Regional Park ini yang membahas mengenai sungai  dan diikuti oleh 70 siswa dari 6 sekolah

Catrina Aniere, CEO Millennium Kids, lembaga lingkungan di Australia memandu pelaksanaan forum anak-anak Discovering Our river di Canning River Regional Park ini yang membahas mengenai sungai dan diikuti oleh 70 siswa dari 6 sekolah

Forum anak-anak yang membahas tentang sungai ini diikiuti oleh sedikitnya 70 orang siswa dari 6 sekolah berbeda. Mereka diantaranya adalah Ardross primary school, Ellenbrook cristian college, Rossemoyne primary school, Coolbina primary school, Regent college dan Shelley primary school. Catrina Aniere, CEO Millennium Kids mengatakan dalam forum anak-anak yang berlangsung hari ini, adalah forum anak-anak yang istewa, karena menyambut adanya peringatan hari lingkungan hidup sedunia, yang serentak dilakukan di seluruh dunia.

“Berita bagus yang akan saya sampaikan kepada kalian adalah, besok adalah hari lingkungan hidup sedunia, yakni setiap tanggal 5 Juni seluruh negara melakukan aksi nyata untuk merayakannya. Dalam forum ini, kita semua beruntung karena kita juga memperingatinya. Mari kita tunjukkan kepada dunia, seberapa besar partisipasi kalian dalam menyelamatkan lingkungan sekitar,” ucap Catrina Aniere. Dalam forum anak-anak tentang sungai ini, mereka dibagi menjadi beberapa materi workshop, salah satunya adalah pemantauan kualitas air di sungai Canning.

 Dengan menggunakan kaca pembesar atau lup, anak-anak memeriksa keanekaragaman hayati atau biota air yang ada di sungai Canning sebagai indikator sungai bersih atau tercemar


Dengan menggunakan kaca pembesar atau lup, anak-anak memeriksa keanekaragaman hayati atau biota air yang ada di sungai Canning sebagai indikator sungai bersih atau tercemar

Dengan berbekal peralatan seperti kaca pembesar, jaring, kotak pengamatan, anak-anak diajak menjadi seorang ilmuwan cilik dengan mengamati dan mengambil contoh air sungai Canning. “Kalau kalian mau mengamati dan mengambil contoh air sungai Canning ini, kalian akan menemukan banyak sekali biota air yang bisa kita jadikan indikasi sungai ini bersih atau tidak,” ucap Cathy Lareen. Cathy menambahkan bahwa kaca pembesar atau lup tersebut digunakan untuk melihat biota air dan mereka harus mengidentifikasi jenis biota air yang mereka temukan.

“Lihat ini, saya menemukan laba-laba air di salah satu kotak, tidak hanya itu, saya menemukan sejenis biota air yang memiliki ekor dan kaki banyak, kondisi sungai Canning yang di sini masih segar teman-teman,” ucap Geremy Lii, salah satu siswa Ardross primary school. Dengan menggunakan tabung besar, Cathy mengajak anak-anak melakukan pengujian tingkat kekeruhan atau turbidity air sungai Canning.

 Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau Indonesia terlibat dalam penanaman rumput lokal dari Australia dalam Discovering Our River di Canning River Regional Park

Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau Indonesia terlibat dalam penanaman rumput lokal dari Australia dalam Discovering Our River di Canning River Regional Park

“Cara menggunakan tabung ini adalah, mengisi air ke dalam tabung ini, lalu kalian bisa lihat sampai di dasar tabung, kalau kalian bisa melihat tanda di dasar tabung dengan jelas, berarti airnya masih bersih. Sedangkan kalau kalian tidak jelas melihat tanda di dasarnya, berarti airnya kotor atau sudah tercemari,” ucap Cathy. Sementara itu, Cathy mengajak anak-anak melakukan perbandingan dengan mengukur kekeruhan dan tingkat biota air yang ada pada sisi lain sungai Canning. “Sekarang, mari kita ukur sisi lain dari sungai Canning ini,” ajak Cathy.

Dengan menggunakan cara yang sama, Hannah Burst, salah seorang siswa Shelley primary school menyebutkan bahwa kondisi air sungai Canning di sisi sebelah kanan jembatan berasa asin. “Salah satu penyebabnya adalah mungkin karena ada banyak busa di sisi sungai ini. Atau bisa juga karena banyaknya pepohonan yang ditebang dan masuknya air laut yang bercampur dengan air sungai Canning,” ucap Hannah Burst. Tidak hanya itu, siswa kelas 6 ini menambahkan bahwa di kanan sungai juga sedikit sekali ditemukan biota air yang menandakan sungainya tercemar.

Tidak hanya melakukan pengamatan kualitas air sungai Canning saja, anak-anak juga diajak melakukan penanaman rumput lokal yang berasal dari Australia untuk menyambut hari lingkungan hidup sedunia, tanggal 5 Juni, besok. “Alasannya kenapa kita harus menanam tanaman lokal seperti rumput ini, karena sebenarnya kebanyakan rumput yang ada di daerah ini bukanlah rumput asli Australia, tujuan kami adalah mengembalikan habitat asli tanaman lokal, sehingga hewan lokal juga bisa datang, jadi ini akan melindungi ekosistem di sekitar kita,” ucap Anggriyan. (ryn)