Sepakati Kurangi Penggunaan Kemasan Plastik Sekali Pakai Setelah Melihat “Monster Plastik”

FREMANTLE – Monster plastik tiba-tiba muncul di forum anak-anak tentang sungai yang bertajuk Discovering Our River yang diselenggarakan oleh Millennium Kids, lembaga lingkungan hidup Australia, Tunas Hijau dan Swan River Trust di St Hilda’s College, Jumat (13/06). Monster Plastik tersebut merupakan salah satu visual yang dibawakan oleh Anna Maria, salah seorang aktivis dari Wastecare yang peduli terhadap sampah. Puluhan kantong plastik atau biasa disebut kresek ini diubah menjadi kostum monster plastik yang hanya ditempel-tempelkan saja.

Monster Plastik yang diperagakan oleh salah seorang aktivis dari Wastecare mengajak anak-anak mengurangi penggunaan kemasan sampah plastik sekali pakai dalam forum Discovering Our River

Monster Plastik yang diperagakan oleh salah seorang aktivis dari Wastecare mengajak anak-anak mengurangi penggunaan kemasan sampah plastik sekali pakai dalam forum Discovering Our River

Menurut penuturan Anna Maria, salah satu aktivis Wastecare, kostum monster plastik ini tujuannya untuk mengajak anak-anak tidak menggunakan plastik sekali pakai, karena plastik memerlukan waktu lebih dari 100 tahun untuk terurai. “Monster plastik ini ingin mengajak kalian untuk tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai seperti kantong plastik ini. Karena kalau sampai kantong plastik ini sampai ke sungai, maka hewan-hewan akan mengira sebagai makanannya,” ucap Anna Maria.

Pada hari kedua pelaksanaan forum anak-anak yang membahas tentang sungai ini, mereka diperkenalkan dengan waste free lunch atau makan siang bebas sampah plastik. Menurut Cathy Levett, salah seorang volunteer Millennium Kids, mengatakan bahwa makan siang bebas kemasan plastik ini adalah sebagai upaya mengurangi kemasan plastik yang bisa ditiru oleh anak-anak di sekolah. “Semua makanan yang dihidangkan bebas kemasan plastik, kami memakai piring, tisupun sudah kami ganti dengan kain, sedangkan sisa makanannya bisa dikomposkan,” ucap Cathy.

Waste free lunch atau makan siang bebas kemasan plastik sekali pakai menjadi kebiasan yang diperkenalkan oleh Millennium Kids, partner Tunas Hijau di Australia kepada anak-anak saat forum Discovering Our River

Waste free lunch atau makan siang bebas kemasan plastik sekali pakai menjadi kebiasan yang diperkenalkan oleh Millennium Kids, partner Tunas Hijau di Australia kepada anak-anak saat forum Discovering Our River

Tidak hanya sekedar menyajikan makan siang bebas kemasan plastik saja, Cathy Levett juga mengajak mereka untuk membandingkan antara sampah yang mereka hasilkan di hari sebelumnya dengan sampah yang mereka hasilkan di hari kedua. “Ternyata di hari pertama, kita menghasilkan banyak sekali sampah kemasan plastik sekali pakai yang terdiri dari bungkus makanan, tetra pack, sedotan dan kantong plastik. Sedangkan di hari kedua, kita hanya menghasilkan bungkus makanan yang itupun dari kertas dan sisa makanan,” ucap Isabella Poll, siswa PLC primary school.

Sementara itu, dalam forum anak-anak ini, mereka diajak untuk membuat satu proyek lingkungan yang bisa dilakukan di sekolah maupun sekitar sekolah. Menurut Catrina Aniere, CEO Millennium Kids, tujuan mereka diajak membuat proyek lingkungan adalah agar mereka bisa melakukan upaya penyelamatan lingkungan terutama sungai di sekolah maupun di sekitarnya. “Kalian buat ide proyek lingkungan, lalu diskusikan dengan teman-teman kader lingkungan kalian, setelah itu kalian akan mendapat hadiah istimewa,” ucap Catrina.

Catrina Aniere, CEO Millennium Kids, lembaga lingkungan hidup Australia memperlihatkan perbandingan sampah yang dihasilkan oleh peserta forum di hari pertama dan hari kedua. Pada hari pertama. Dimana pada hari pertama, banyak kemasan plastik yang dihasilkan oleh anak-anak

Catrina Aniere, CEO Millennium Kids, lembaga lingkungan hidup Australia memperlihatkan perbandingan sampah yang dihasilkan oleh peserta forum di hari pertama dan hari kedua. Pada hari pertama. Dimana pada hari pertama, banyak kemasan plastik yang dihasilkan oleh anak-anak

Hadiah istimewa yang dimaksud adalah hadirnya tiga orang perwakilan dari IAM Foundation yang siap membantu dan mendukung proyek lingkungan mereka. “Setelah selesai membuat proyek lingkungannya, kalian harus mempresentasikannya di hadapan ketiga tamu istimewa ini, mereka akan membimbing kalian membuat proyek lingkungan yang menarik. Kalau mereka tertarik dengan proyek lingkungan kalian, besar kemungkinan mereka akan mendukungnya,” pungkas Catrina. (ryn)