Warna-Warni Kostum 31 Tim Yel-Yel SES 2014 Manjakan Mata Pengunjung Taman Flora

SURABAYA – Gelaran lomba yel-yel lingkungan Surabaya Eco School 2014 tingkat SD yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali serta didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Minggu (28/09) di Taman Flora Bratang. Sebanyak 31 tim yel-yel lingkungan SD berhasil membuat pengunjung taman kota di Jalan Manyar ini merapat menuju pendopo. Hal ini dikarenakan kostum tim yel-yel setiap sekolah penuh warna hingga menyedot perhatian mereka.

Kostum tim yel-yel lingkungan SDN Kaliasin VII yang memanfaatkan karung glangsing, kepingan CD, sampai plastik bekas membuat tampilan mereka memeriahkan lomba yel-yel lingkungan SES 2014

Kostum tim yel-yel lingkungan SDN Kaliasin VII yang memanfaatkan karung glangsing, kepingan CD, sampai plastik bekas membuat tampilan mereka memeriahkan lomba yel-yel lingkungan SES 2014

Kostum tim yel-yel lingkungan yang terbuat dari pemanfaatan sampah anorganik mulai dari kresek atau kantong plastik, sedotan, botol plastik, karung bekas, bungkus deterjen sampai kepingan CD yang sudah tidak terpakai. Beragam bahan baku dari sampah anorganik tersebut dibentuk hingga menjadi baju, topi sampai celana. Kreativitas masing-masing tim yel-yel lingkungan hidup sekolah tidak hanya sebatas pemanfaatan dan desain kostum yel-yel saja. Pewarnaan kostum yel-yel lingkungan setiap tim yel-yel pu berbeda lebih berwarna.

Salah satunya seperti kostum tim yel-yel SDN Kaliasin VII, sekolah yang berlokasi di Jalan Embong Wungu ini memilih menggunakan warna dominan merah dan kuning sebagai kostum yel-yel lingkungannya. Menurut penuturan Asti Susilaningsih, guru koordinator tim yel-yel lingkungan mengatakan mereka memanfaatkan sampah karung glangsing dan kantong plastik yang ada di sekolah sebagai bahan pembuat kostum. “Kostum ini kami buat bersama anak-anak, guru dan karyawan sekolah selama lebih dari 2 minggu,” ujar Asti Susilaningsih.

Didominasi warna merah dan putih, kostum tim yel-yel lingkungan SDN Perak Barat IV memeriahkan Taman Flgora Bratang saat lomba yel-yel SES 2014

Didominasi warna merah dan putih, kostum tim yel-yel lingkungan SDN Perak Barat IV memeriahkan Taman Flgora Bratang saat lomba yel-yel SES 2014

Lain halnya dengan kostum dari tim yel-yel SDN Perak Barat IV, dengan membawa alat bor resapan biopori sebagai aksesoris kostum yel-yelnya, Variawati, guru penanggung jawab Eco School 2014, menyatakan biopori sebagai salah satu program unggulan sekolah yang berlokasi di daerah Perak. “Fungsi lubang resapan biopori di sekolah kami bisa menyerap air hujan ke dalam tanah. Sehingga air tanah menjadi semakin banyak,” ujar Variawati. Mengenai kostum tim yel-yel sekolahnya, Variawati menjelaskan menggunakan kostum yang berbahan kantong plastik berwarna dominan merah dan putih.

Tidak hanya menggunakan kantong plastik sebagai bahan baku pembuatan kostumnya, botol plastik yang banyak terdapat di sekolahpun diubah menjadi topi cantik berbentuk bunga. “Kostum ini kami buat dengan bahan kantong plastik, botol plastik untuk membuat topi bunganya. Anak-anak kami libatkan untuk membuat topi bunganya selama persiapan yel-yel 2 minggu sebelumnya,” imbuh Variawati. Sementara itu, warna mencolok dihadirkan oleh tim yel-yel SDN Sumur Welut III, menggunakan warna merah, kuning dan hijau sebagai warna dominan kostumnya.

Warna-warni kostum tim yel-yel SDN Sumur Welut III yang membuat mata pengunjung Taman Flora Bratang tidak berkedip melihat penampilan mereka saat lomba yel-yel lingkungan SE

Warna-warni kostum tim yel-yel SDN Sumur Welut III yang membuat mata pengunjung Taman Flora Bratang tidak berkedip melihat penampilan mereka saat lomba yel-yel lingkungan SES 2014

Kostum sekolah yang terletak di daerah Sumur Welut ini membuat mata pengunjung tidak berkedip melihat tampilan kostum mereka. Salah satunya seperti yang disampaikan oleh Sugiarti, warga Ngagel Rejo ini kagum melihat kostum peserta tim yel-yel lingkungan Surabaya Eco School 2014 tingkat SD ini. “Meskipun masih SD, mereka benar-benar mengeluarkan semua ide kreatifnya untuk membuat kostum. Tujuannya tidak hanya sebagai alat atau aksesoris yel-yel, melainkan sebagai wadah promosi program daur ulang sekolah,” ujar Sugiarti.

Surabaya Eco School 2014 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan bagi seluruh sekolah di Surabaya dengan tema Konservasi Air Surabaya. Konservasi air yang dimaksud adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas air yang bisa diresapkan ke dalam tanah untuk mencegah terjadinya bencana lingkungan. Program ini didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dan PT  Dharma Lautan Utama. (ryn)