Ajak Seluruh Ketua Kelas SMPN 16 Optimalkan Keranjang Pengomposan

SURABAYA – Program 1 Kelas 1 Keranjang Pengomposan Takakura yang diterapkan di SMPN 16 Surabaya belum disertai dengan pengoptimalannya. Tidak ada satu pun media pengolahan sampah organik itu yang digunakan dengan semestinya. Dengan kata lain, sudah beberapa bulan terakhir keranjang pengomposan itu tidak mendapat pemasukan sampah organik untuk diolah menjadi kompos. 

Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni mengajak seluruh ketua kelas SMPN 16 Surabaya mengoptimalkan penggunaan keranjang pengomposan masing-masing kelas

Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni mengajak seluruh ketua kelas SMPN 16 Surabaya mengoptimalkan penggunaan keranjang pengomposan masing-masing kelas30

Menyikapi temuan saat pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School 2014  yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali, Kamis (30/10), Tunas Hijau memberikan challenge seluruh ketua kelas untuk berburu sampah organik dan diolah menggunakan komposter di kelasnya masing-masing.

Caranya, bisa mengolah sampah sisa makanan yang dibawa oleh warga kelas masing-masing. Bisa dengan mengolah sampah sisa makanan dari warung makanan sekitar. Bisa dengan grebek pasar tradisional. Bisa dengan membawa sampah organik dari rumah warga kelas masing-masing. Bisa juga dengan cara yang lainnya.

Seluruh ketua kelas pun dikumpulkan di aula sekolah yang telah mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional Mandiri itu. “Sudah semestinya kalian sebagai warga sekolah yang mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional Mandiri ikut serta aktif memperpanjang umur tempat pembuangan akhir sampah Benowo,” kata Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni yang memandu pembinaan itu.

Cara yang sangat mudah dan bisa dilakukan secara kolektif adalah dengan menggunakan keranjang pengomposan yang dikenal dengan takakura di masing-masing kelas. “Saya challenge seluruh kelas untuk mengisi penuh keranjang pengomposan masing-masing kelas dengan sampah organik paling lambat Senin (3/11),” ucap Zamroni yang disanggupi para ketua kelas itu disaksikan staf kepala sekolah. (ro)