Biopori di Saluran Air Hujan SMPN 22

SURABAYA – Tahukah bahwa ada pengomposan sampah organik di Masjid Al Akbar Surabaya? Tunas Hijau mengetahuinya saat mendampingi siswa tim lingkungan hidup SMPN 22 Surabaya berburu sampah organik di pekarangan masjid terbesar di Surabaya ini, Rabu (29/10). 

Pengolahan sampah organik menjadi kompos di Masjid Al Akbar Surabaya

Pengolahan sampah organik menjadi kompos di Masjid Al Akbar Surabaya

Berburu sampah organik itu dilakukan saat Tunas Hijau melakukan pembinaan dan pemantauan lapangan program lingkungan hidup berkelanjutan bagi sekolah-sekolah Surabaya, yaitu Surabaya Eco School 2014 yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali, produsen listrik terpercaya kini dan mendatang.

Surabaya Eco School 2014 yang mengangkat tema Konservasi Air Surabaya juga didukung PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk –energy for life– dan PT Dharma Lautan Utama –armada pelayaran nasional.

Berburu sampah organik yang dilakukan siang itu untuk mendukung aksi ngebor lubang resapan biopori di sekolah yang dikepalai oleh Sisminarto itu. Aksi ngebor dilakukan para kader lingkungan hidup sekolah di sekitar Masjid Al Akbar itu. Nah, untuk mengisi lubang resapan biopori yang telah dibuat, para siswa diajak berburu sampah organik.

Kader lingkungan hidup SMPN 22 membuat lubang resapan biopori yang kedalamannya mencapai satu meter

Kader lingkungan hidup SMPN 22 membuat lubang resapan biopori yang kedalamannya mencapai satu meter

Pada pembinaan itu, Tunas Hijau juga menyarankan agar SMPN 22, yang memiliki lahan luas, menambah jumlah lubang resapan bioporinya. Namun, lubang resapan biopori yang disarankan dibuat di saluran air hujan, bukan di taman atau tanah. Tujuannya tentu menambah kandungan air tanah. Kepala SMPN 22 Sisminarto pun menyanggupinya dengan akan melibatkan seluruh warga sekolah dan orang tua. (ron)