SDN Kandangan I Siapkan Jumat Bersih Dengan Buat Lubang Resapan

SURABAYA – Sebelum membuat gerakan serentak pada Jumat bersih besok, Tunas Hijau mengajak kader lingkungan SDN Kandangan I untuk membuat lubang resapan biopori. Alasannya, saat Jumat bersih, mereka akan mengajak warga sekolah membuat 20 lubang resapan biopori sebagai jawaban tantangan pekan ketujuh program Surabaya Eco School 2014.

Kader lingkungan SDN Kandangan I menyiapkan lubang resapan biopori yang menurut rencana akan dibuat besok saat Jumat Bersih sebanyak 20 lubang di saluran air

Kader lingkungan SDN Kandangan I menyiapkan lubang resapan biopori yang menurut rencana akan dibuat besok saat Jumat Bersih sebanyak 20 lubang di saluran air

Fakta tersebut mengawali pembinaan Surabaya Eco School 2014 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali serta didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Kamis (30/10). Yulis Yuliana, guru pembina lingkungan, mengatakan dalam pembuatan lubang resapan besok, ada beberapa hal yang baru yakni lokasi pembuatan lubang resapan kali ini adalah benar-benar saluran air bukan taman di depan sekolah.

“Kalau biasanya kami menggunakan taman sekolah sebagai tempat membuat lubang resapan biopori. Kali ini, pembuatan lubang resapan bioporinya di saluran air. Alasannya lebih efektif agar saat musim hujan, air hujan bisa langsung meresap ke dalam tanah,” jelas Yulis Yuliana. Berbekal satu linggis dan alat bor biopori, mereka menjebol saluran air yang tadinya cor-coran. Tanpa lelah, mereka terus membuat lubang hingga mencapai kedalaman 75 cm.

Menurut Hasan Yusuf, salah seorang kader lingkungan, 75 cm adalah kedalaman maksimal yang bisa dibuat oleh kader lingkungan. “Kami sudah mengupayakan untuk membuat lubang resapan sedalam 100 cm, tetapi tenaga kami hanya bisa sampai 75 cm saja,” ucap Hasan, siswa kelas 5. Hasan pun meminta kader lingkungan perempuan untuk mengumpulkan sampah organik.

Sampah organik digunakan untuk mengisi lubang resapan agar menjadi asupan gizi bagi hewan-hewan yang ada di bawah tanah. “Ayo kumpulkan sampah organik yang banyak agar semuanya bisa dimasukkan ke dalam lubang resapan. Ayo cari di hutan sekolah banyak sekali dedaunan jatuh,” ajak Andana Safitri, siswa kader lingkungan kelas 5. Dengan menggunakan tempat sampah bekas, mereka lalu mengisi lubang resapan bioporinya dengan sampah dedaunan tersebut.

Kader lingkungan SDN Kandangan I melakukan perawatan keranjang komposter dengan mengisi sampah organik sebagai isian pembuatan kompos sisa makanan saat pembinaan SES 2014

Kader lingkungan SDN Kandangan I melakukan perawatan keranjang komposter dengan mengisi sampah organik sebagai isian pembuatan kompos sisa makanan saat pembinaan SES 2014

Tidak hanya diajak untuk mempersiapkan lubang resapan biopori saja, Tunas Hijau, mengajak mereka untuk mengecek keranjang pengomposan yang ada di belakang green house. “Kalian mempunyai pekerjaan sekarang, lihatlah keranjang kalian tampak kering menunjukkan jarangnya perawatan dan pengadukan. Jadi sekarang, kalian harus mencari sampah organik sisa makanan untuk diisikan ke dalamnya. Setelah itu kalian aduk dan basahi sedikit dengan air,” tutur Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau.

Dengan telaten, mereka mulai mengaduk dan mengisi 6 buah keranjang komposter dengan sampah sisa makanan hasil pengumpulan di kantin. “Kami akan merawat keranjang komposter ini kak, setiap dua hari sekali kami akan mengaduk dan mengisinya dengan sisa makanan,” terang Andana Putri. Kader lingkungan berharap keesokan harinya, warga sekolah bisa sesuai target membuat lubang resapan biopori sebanyak 20 lubang di halaman sekolah, terutama saluran air sedalam 100 cm. (ryn)