SDN Tanah Kalikedinding VIII Jebol Paving Dan Beri Tanda 10 Biopori Baru

SURABAYA – Tantangan membuat 20 lubang resapan baru sebagai tugas pasca workshop II Surabaya Eco School 2014 langsung ditanggapi oleh SDN Tanah Kalikedinding VIII. Meski belum ada pipa untuk penahan tanahnya, sekolah yang berada di jalan Pogot ini mengerahkan siswa kelas 4 untuk membuat 20 lubang resapan biopori yang sebelumnya sudah diberi tanda.

Kader lingkungan SDN Tanah Kalikedinding VII langsung membuat 10 lubang resapan baru pasca workshop II Surabaya Eco School 2014

Kader lingkungan SDN Tanah Kalikedinding VII langsung membuat 10 lubang resapan baru pasca workshop II Surabaya Eco School 2014

Dalam pembinaan tahap kedua program lingkungan yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) serta didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Kamis (28/10). Dibantu dengan daya dukung dari mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB. Dengan melibatkan kader lingkungan baru, tidak mengurangi semangat dan antusias mereka dalam membuat lubang resapan.

Beberapa blok paving pun dijebol untuk merealisasikan tantangan pekan ketujuh Surabaya Eco School 2014 yang diberi batasan waktu hingga delapan hari pelaksanaan workshop II. Menurut penuturan Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau, dalam tantangan pekan ketujuh ini, lubang resapan biopori yang sudah pernah dibuat tidak diperhitungkan. “Jadi silahkan buat dan tandai 20 lubang resapan baru yang dibuat, kalau lubang resapan yang lama kan perlu dirawat,” ujar Anggriyan.

Penambahan lubang resapan baru yang dilakukan oleh kader lingkungan SDN Tanah Kalikedinding 8 dengan cara membongkar paving di halaman sekolah

Penambahan lubang resapan baru yang dilakukan oleh kader lingkungan SDN Tanah Kalikedinding 8 dengan cara membongkar paving di halaman sekolah

Antusiasme kader lingkungan kelompok siang ini ditunjukkan dengan semangat mereka saat selesai membuat 10 lubang resapan baru dan mencari sampah organik di sekitar sekolah. Mariska Vidya, salah satu kader lingkungan, menuturkan dirinya bersama dengan teman-teman lainnya sudah pernah melakukan perawatan lubang resapan biopori. “Biasanya kami mengisi lubang resapan biopori yang kosong dengan sampah organik. Jadi, kalau disuruh untuk buat lubang resapan baru ya anak-anak senang,” ujar Mariska, siswa kelas 4.

Sementara itu, Husnaini Uus, guru pembina lingkungan, mempunyai inisiatif untuk membuat tanda seperti bendera yang dimasukkan ke dalam lubang resapan biopori. “Tanda berbentuk seperti bendera ini berguna untuk mengecek dan menghitung lubang resapan biopori yang sudah dibuat,” ujar Husaini Uus. Guru agama ini mengajak kader lingkungan untuk menandai semua lubang resapan yang dimiliki oleh mereka. Tercatat, sebanyak 10 lubang resapan baru yang berhasil dibuat dan 14 lubang resapan biopori yang sudah lama.

TATUNG (Taman Gantung) menjadi salah satu perkembangan program lingkungan yang disuguhkan kepada Tunas Hijau setelah pembuatan lubang resapan biopori baru. Dengan memanfaatkan lahan belakang sekolah yang kosong dan dinding atap kosong, mereka menanam tanaman sirih dan tanaman hias lainnya. Rencananya, mereka akan memanfaatkan lahan parkir untuk budidaya ikan kolam lele. “Kami berencana membudidayakan ikan lele dengan menggunakan kolam,” terang Husnaini Uus.

Bendera yang terbuat dari kertas bekas ini menjadi tanda bagi 10 lubang resapan baru yang dibuat oleh kader lingkungan SDN Tanah Kalikedinding VIII pasca workshop SES 2014

Bendera yang terbuat dari kertas bekas ini menjadi tanda bagi 10 lubang resapan baru yang dibuat oleh kader lingkungan SDN Tanah Kalikedinding VIII pasca workshop SES 2014

Surabaya Eco School 2014 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan bagi seluruh sekolah di Surabaya dengan tema Konservasi Air Surabaya. Konservasi air yang dimaksud adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas air yang bisa diresapkan ke dalam tanah untuk mencegah terjadinya bencana lingkungan. Program ini didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dan PT  Dharma Lautan Utama. (ryn)