SMPN 1 Gelar Jumat Bersih Dengan Tanam Tanaman Suweg

SURABAYA – Jumat Bersih biasanya identik dengan kegiatan bersih-bersih sampah, kali ini kegiatan rutinitas Jumat Bersih di SMPN 1 tampak berbeda digelar dari biasanya. Pagi itu, Jumat (31/11) warga SMPN 1 berbondong-bondong menuju ke taman baru depan sekolah untuk menanam tanaman yang jarang ditemui di kota Pahlawan. Tanaman Suweg yang merupakan berasal dari bahasa jawa dibawa oleh kepala SMPN 1, Titik Sudarti, untuk ditanam di taman baru tersebut. Informasi tersebut mengawali pembinaan Surabaya Eco School 2014.

Titik Sudarti, kepala SMPN 1 menanam tanaman suweg bersama dengan guru-guru saat jumat bersih dalam Surabaya Eco School 2014

Titik Sudarti, kepala SMPN 1 menanam tanaman suweg bersama dengan guru-guru saat jumat bersih dalam Surabaya Eco School 2014

Tanaman yang masih kerabat dekat dengan bunga raksasa ini menjadi koleksi tanaman yang terunik yang dimiliki. Menurut penuturan Titik Sudarti, kepala SMPN 1, dari semua jenis tanaman yang ada di sekolahnya, tanaman suweg ini yang paling unik. “Tanaman yang saya dapat dari Pacet, Mojokerto ini termasuk jenis tanaman TOGA. Rencananya, saya akan mengangkat tanaman suweg ini menjadi tanaman budidaya sekolah, lain dari sekolah lainnya,” ujar Titik Sudarti.

Dalam kegiatan Jumat bersih tersebut, guru-guru bersama kepala sekolah terlihat serius menanam tanaman suweg di taman barunya. Kusni Anifah, guru pembina lingkungan, mengatakan dengan adanya tanaman suweg ini bisa menjadi awal semangat anak-anak untuk lebih cinta dan peduli lingkungan. “Ya semoga dengan adanya tanaman baru ini, anak-anak jadi semakin peduli lingkungan terutama tanamannya. Karena jarang ada sekolah yang memiliki tanaman suweg ini, apalagi kalau kami sampai bisa membudidayakannya,” terang Kusni.

Kepala SMPN 1 bersama guru-guru menanam tanaman suweg di taman baru saat Jumat Bersih dalam pembinaan Surabaya Eco School 2014

Kepala SMPN 1 bersama guru-guru menanam tanaman suweg di taman baru saat Jumat Bersih dalam pembinaan Surabaya Eco School 2014

Sementara itu, kader lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Pacar ini segera mempersiapkan pupuk kompos untuk tanaman suweg. Menariknya, pupuk kompos ini diambilkan dari keranjang komposter yang sudah siap panen. Menurut Vina Kusuma, mantan ketua kader lingkungan, kader lingkungan mulai mengayak kompos saat guru-guru sibuk dengan aktivitas penanaman tanaman tersebut. “Ada untungnya kami  mengolah sampah sisa makanan, kalau membutuhkan kompos hanya tinggal ayak saja. Tetapi proses pengolahannya yang susah,” ungkap Vina Kusuma.

Tidak hanya ingin memanen dari keranjang kompos saja, mereka juga ingin merasakan panen kompos dari lubang resapan dan tong komposter. “Kami akan lebih serius lagi mengolah sampah daun di dalam tong komposter agar bisa segera dipanen. Sedangkan lubang resapan biopori, kami sudah berencana menambah jumlahnya, tetapi karena kondisi sekolah kami yang paving semua, kondisi itu menghambat rencana penambahan lubang resapan kami,” ucap Vina Kusuma, siswa kelas 9. (ryn)