Uji Teknis Biopori di SDN Ngagel Rejo II

SURABAYA – Lima belas lubang resapan biopori telah dibuat di SDN Ngagel Rejo II Surabaya lengkap dengan pipa yang dipasang pada bagian atasnya. Pemandangan ini nampak saat Tunas Hijau melakukan pemantauan lapangan Surabaya Eco School 2014 yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali, Jumat (31/10) pagi. 

PIPA 3 DIM DAN 4 DIM. Pipa dengan diameter 4 dim lebih efektif digunakan untuk lubang resapan biopori.

PIPA 3 DIM DAN 4 DIM. Pipa dengan diameter 4 dim lebih efektif digunakan untuk lubang resapan biopori.31

Namun, yang ditemukan Tunas Hijau, pipa yang dipasang pada bagian atas lubang resapan biopori di sekolah itu berdiameter 3 dim atau sekitar 9 cm. “Wah, keren lubang resapan bioporinya sudah banyak dibuat. Tapi pipa yang dipasang kurang besar diameternya,” kata Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni sambil menyerahkan 20 pipa lubang resapan bantuan PT Pembangkitan Jawa-Bali kepada sekolah sebagai reward bagi 100+ sekolah terbaik Surabaya Eco School 2014 yang didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dan PT Dharma Lautan Utama.

Kubu Pratiknyo, guru pembina lingkungan hidup SDN Ngagel Rejo II, menjelaskan bahwa pipa yang dipasang pada bagian lubang resapan biopori itu merupakan bantuan dari Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya dari Dana Alokasi Khusus Kementerian Lingkungan Hidup. “Pipa ini bantuan dari Badan Lingkungan Hidup Surabaya yang kami terima pekan lalu, Kak,” terang Kubu Pratiknyo.

Kubu Pratiknyo dan belasan siswa kader lingkungan hidup SDN Ngagel Rejo II pun diajak melakukan uji teknis terhadap efektifitas pipa yang dipasangkan pada bagian atas lubang biopori itu. “Lubang resapan biopori ini sudah diisi dengan sampah organik. Sudah sangat tepat. Tapi akan kesulitas dalam perawatannya setelah beberapa bulan,” terang Zamroni.

Pipa dengan diameter tiga dim tidak bisa dimasuki bor biopori sehingga menyulitkan dalam perawatan

Pipa dengan diameter tiga dim tidak bisa dimasuki bor biopori sehingga menyulitkan dalam perawatan

Dijelaskan oleh Zamroni bahwa perawatan biopori yang dimaksud adalah melakukan pemanenan kompos dari sampah organik yang telah diolah di dalamnya. “Rata-rata diameter lubang resapan dari jenis bor biopori yang kita gunakan adalah 12 centimeter. Nah, pipa yang sudah dipasang ini diameternya hanya 9-10 cm. Lantas, bagaimana cara melakukan pemanenan komposnya?” kata Zamroni sambil mencoba memasukkan bor biopori pada pipa yang telah dipasangkan pada lubang bioporinya.

Seharusnya, menurut Zamroni, pipanya berdiameter 4 dim atau 12 cm. “Panjangnya pipa yang dipasang jangan lebih dari 15 cm. Hanya untuk bagian atas lubang resapan biopori agar tidak terjadi longsor. Diameter pipanya 12 cm atau 4 dim seperti pipa dari PJB ini. Sehingga bor bisa masuk ke dalam pipa untuk perawatan lubang biopori,” terang Zamroni sambil memeragakan cara perawatan yang dimaksud. (*)