Cuci Pakai Klerak Untuk Konservasi Air

Oleh: Syaline, Siswa SMPK St Stanislaus

Klerak menjadi ikon SMPK Santo Stanislaus (Stansa). Klerak bermanfaat untuk mencuci pakaian, perabot, perhiasan, kaca, mengepel dan membersihkan kamar mandi. Umumnya, masyarakat mencuci baju menggunakan deterjen pada saat ini, karena klerak sudah jarang dipakai. Bahkan anak muda jarang yang mengenalnya. 

Perbandingan air limbah klerak dan deterjen yang diuji oleh tim lingkungan hidup SMPK St Stanislaus 1 Surabaya

Perbandingan air limbah klerak dan deterjen yang diuji oleh tim lingkungan hidup SMPK St Stanislaus 1 Surabaya

Ada berbagai alasan yang muncul jika masyarakat ditanya alasannya selalu menggunakan deterjen untuk mencuci baju. Seperti salah satunya, deterjen menghasilkan busa yang berlimpah sehingga hasil cucian lebih bersih. Padahal sesungguhnya, zat kimia penghasil busa dan pembersih itu berbeda. Jadi, tidak ada hubungan antara banyaknya busa dengan bersihnya pakaian yang dicuci. Busa mencemari air dan menutupi permukaan air serta memakan waktu yang cukup lama untuk bisa terurai.

Untuk mengetahui bagaimana peran klerak terhadap konservasi air, siswa-siswi Stansa  meneliti perbandingan banyaknya penggunaan air saat mencuci dengan klerak dibanding deterjen. Mereka menguji coba dengan mencuci pakaian menggunakan klerak dan deterjen.

Berikut percobaannya. Mereka mendapatkan hasil yaitu: 10 gram klerak maupun deterjen dapat mencuci 460 gram pakaian. Namun jika menggunakan klerak, untuk mengucek dan membilas pakaian sampai bersih, dibutuhkan air sebanyak 12 liter. Sedangkan, jika menggunakan deterjen, untuk mengucek dan membilas pakaian sampai bersih, dibutuhkan air sebanyak 21,6 liter (bila kurang dari 21,6 liter, pakaian masih terasa licin sabunnya). Berikut tabel perbandingannya:

No

Sabun Cuci

Berat Pakaian

Berat Pembersih

Jumlah Air

untuk Cuci dan Bilas

1

Detergen

460 gr

10 gr

12 liter

2

Klerak

460 gr

10 gr

21,6 liter

Dengan hasil itu, dapat disimpulkan bahwa jika kita menggunakan deterjen untuk mencuci baju, air yang digunakan sangat banyak dan nantinya akan dibuang sia-sia (limbah air yang dihasilkan sangat banyak). Limbah yang dihasilkan klerak: deterjen = 1 : 1,8 dalam pemakaian airnya.

Selain itu, siswa Stansa juga mendapati limbah yang dihasilkan klerak sedikit busanya, sedangkan limbah yang dihasilkan deterjen banyak busanya. Sebagai bahan alami, klerak lebih mudah terurai di alam daripada limbah deterjen yang mengandung bahan aktif.

Begitu banyak manfaat yang didapat, jika mulai sekarang masyarakat mencuci pakaian dengan menggunakan klerak. Konservasi air dapat dilakukan dengan cara yang mudah, yaitu mencuci pakaian menggunakan klerak. Ayo mencuci pakaian dengan klerak untuk mengonservasi air !

(diedit oleh Lili Andajani)