Kuis Radio Lingkungan Dan Lubang Resapan Ala SDN Kaliasin VII

SURABAYA – Ada momen  istimewa pada siaran radio sekolah yang dilakukan oleh SDN Kaliasin VII Rabu pagi. Hal istimewa tersebut adalah siaran radio sekolah yang dilakukan 2 kali sehari ini menambahkan terdapat kuis lingkungan di dalamnya. Kuis lingkungan ini disampaikan oleh kader lingkungan kepada warga sekolah. Untuk bisa menjawab kuis lingkungan hidup yang disampaikan oleh penyiar radio lingkungan, warga sekolah harus melakukan aksi peduli lingkungan di sekolah sesuai instruksi penyiar radio.

Salah seorang kader lingkungan SDN Kaliasin VII menunjukkan hadiah gelas ramah lingkungan yang bisa digunakan berulang kali serta menunjukkan teks radio sekolah saat  pemantauan SES 2014

Salah seorang kader lingkungan SDN Kaliasin VII menunjukkan hadiah gelas ramah lingkungan yang bisa digunakan berulang kali serta menunjukkan teks radio sekolah saat pemantauan SES 2014

Fakta lingkungan tersebut didapati Tunas Hijau saat menggelar pembinaan dan pemantauan Surabaya Eco School 2014 yang diselenggarakan bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) serta didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) tbk, Rabu (26/11). Menurut penuturan Asti Susilaningsih, guru pembina lingkungan, kuis lingkungan pada radio lingkungan sekolah merupakan bentuk upaya memotivasi warga sekolah supaya lebih aktif peduli lingkungan.

“Radio sekolah memang digelar dua kali sehari, tetapi kuis lingkungan hanya digelar satu kali sehari dengan hadiah seperti tempat makan sendiri, tempat minum sendiri, piring sampai gelas. Alasannya, hadiahnya agar bisa digunakan oleh sang pemenang dalam pembiasaan di sekolah yang melarang penggunaan plastik sekali pakai,” terang Asti Susilaningsih. Antusias warga sekolah terhadap kuis lingkungan inipun meningkat untuk semakin peduli lingkungan. Hal ini terlihat saat begitu terdengar penyiar radio siaran, mereka sudah hafal bahwa waktunya untuk kuis lingkungan.

Menurut penuturan Saskia Zahara, salah seorang kader lingkungan, menceritakan bahwa sebelum mulai membacakan kuis lingkungan, penyiar radio sekolah membacakan terlebih dahulu ajakan-ajakan untuk membuang sampah di tempatnya, mengisi lubang resapan biopori dengan sampah organik khususnya sampah daun sampai memisahkan sendiri sampah yang ada di kelasnya. “Siapa yang tahu, cara pengolahan sampah organik menggunakan keranjang komposter, ayo coba dipraktekkan?” tanya Saskia Azahra, siswa kelas 5.

Kader lingkungan SDN Kaliasin VII mengisi lubang resapan dalam pemantauan SES 2014

Kader lingkungan SDN Kaliasin VII mengisi lubang resapan dalam pemantauan SES 2014

Sementara itu, Reiwanda Daffa Pandega, kader lingkungan, yang juga salah seorang penyiar radio sekolah menambahkan bahwa kuis lingkungan yang dibacakan sudah disiapkan sampai hari kesepuluh. “Jadi semua kuis lingkungan sudah terjadwal, mulai dari pukul berapa siaran, sampai pertanyaan pun sudah siap,” imbuh Rere, sapaan akrabnya. Dalam pemantauan SES 2014, Ali Shadikin, aktivis Tunas Hijau, mengajak mereka untuk mengisi lubang resapan biopori dengan sampah  organik yang ada di sekolah.

“Perawatan lubang resapan biopori memang harus dilakukan setiap hari. Alasannya, sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang resapan biopori dalam satu hari akan menyusut. Kalau tidak diisi lagi, ada kemungkinan lubang resapan biopori  yang sudah susah payah dibuat dimasuki sampah pasir atau gragal,” terang Ali Shadikin. Tidak hanya itu, Tunas Hijau menambahkan bahwa lubang resapan biopori sebagai langkah konservasi air yang sudah dilakukan di sekolah. Tujuan lainnya adalah upaya pengomposan saat musim kemarau dan menerapkan air hujan saat musim hujan.