Michaela Newnham Kagumi Capaian 350 Lubang Resapan Hasil Roadshow SES 2014 di SMPN 26

Tanam pohon bareng antara Kepala SMPN 26, Michaela Newham, pemerhati lingkungan hidup internasional, simpatisan Tunas Hijau dan istri Konjen Amerika, Camat Tandes, perwakilan daru  polsek Tandes, TNI AD, Koramil Tandes, dan perwakilan sekolah adopsi dalam roadshow SES 2014

Tanam pohon bareng antara Kepala SMPN 26, Michaela Newham, pemerhati lingkungan hidup internasional, simpatisan Tunas Hijau dan istri Konjen Amerika, Camat Tandes, perwakilan daru polsek Tandes, TNI AD, Koramil Tandes, dan perwakilan sekolah adopsi dalam roadshow SES 2014

SURABAYA – Menjelang akhir pelaksanaan program Surabaya Eco School 2014, kegiatan lingkungan yang dilakukan sekolah-sekolah finalis semakin padat. Seperti SMPN 26 yang menggelar Roadshow Surabaya Eco School 2014 bersama Tunas Hijau dengan mengundang 5 sekolah adopsi lainnya serta beberapa tamu istemewa lainnya, Jumat (28/11). Tamu tersebut diantaranya adalah Michaela Newnham, pemerhati lingkungan internasional, simpatisan Tunas Hijau dan istri Konjen Amerika, Lurah Banjarsugihan dan Camat Tandes, tim lingkungan SMPN 7 dan SDN Sememi I.

Dalam roadshow lingkungan yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama dengan Pemerintahh Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali serta didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, beragam kegiatan lingkungan telah disiapkan untuk menyambut wajah baru sekolah yang terletak di daerah Banjarsugihan. Kegiatan tersebut diantaranya adalah penanaman pohon sebanyak 45 pohon yang merupakan bantuan dari sponsor utama Surabaya Eco School PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), pembuatan lubang resapan biopori dan pembuatan taman sekolah dan taman gantung.

SMPN 7, sekolah adopsi atau sekolah binaan SMPN 26 turut serta meramaikan kegiatan roadshow SES 2014 dengan menanam pohon di taman depan SMPN 26, mereka memiliki harapan bisa menggelar kegiatan serupa di sekolah mereka.

SMPN 7, sekolah adopsi atau sekolah binaan SMPN 26 turut serta meramaikan kegiatan roadshow SES 2014 dengan menanam pohon di taman depan SMPN 26, mereka memiliki harapan bisa menggelar kegiatan serupa di sekolah mereka.

Menurut Akhmad Soeharto, kepala SMPN 26, sekolah yang saat ini berada tepat di sebelah proyek Jalan Tol Baru, membutuhkan pohon-pohon pelindung maupun produktif untuk menyerap karbon dioksida ataupun monoksida yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor saat sudah diresmikan. “Lebih baik  mencegah daripada mengobati. Kami takut kalau nanti Jalan Tol baru di sebelah sekolah sudah beroperasi, asap kendaraan bermotor tersebut akan mengganggu kegiatan anak-anak. Maka dari itu, harapan saya pohon-pohon ini dapat menyeimbangkan dan menyerap karbon yang dihasilkan kendaraan bermotor,” terang Akhmad Soeharto.

Tidak hanya itu saja, mantan kepala SMPN 11 menambahkan tujuan lainnya adalah sebagai penambahan daerah resapan air secara alami mengoptimalkan peran akar pohon. Pohon tersebut diantaranya adalah pohon Salam, pohon (Waru Marron) , Sikat Botol, mangga, sirsat, jambu Darsono, nangka dan blimbing. Selain tanam pohon, Tunas Hijau bersama dengan kader lingkungan mengajak warga sekolah lainnya untuk membuat lubang resapan biopori. Menurut Charizma Andany, salah seorang kader lingkungan, kepala sekolah yang baru tersebut menginstruksikan pembuatan lubang resapan setiap kelas minimal 10 lubang resapan dengan kedalaman minimal 50 cm.

 “Jadi kalau semua kelas sudah selesai, total lubang resapan biopori yang dibuat adalah 320, hal tersebut belum terhitung dengan jumlah lubang resapan yang juga dibuat oleh guru-guru,” pungkas Charizma Andany. Dengan jumlah lubang resapan biopori sebanyak itu, alhasil Tunas Hijau mengajak warga sekolah untuk mengumpulkan sampah organik yang nantinya digunakan untuk mengisi lubang resapan biopori. Pembuatan lubang resapan biopori kali ini dibuat langsung di saluran air, bukan taman sekolah.

Tidak hanya tanam pohon, roadshow SES 2014 di SMPN 26 juga dimeriahkan dengan pembuatan lubang resapan bersama-sama dengan Michaela Newnham, simpatisan Tunas Hijau, pemerhati lingkungan internasional dan istri Konjen Amerika bersama tamu undangan yang lain. Dalam pembuatan lubang resapan biopori ini sebanyak 320 sudah terpasang rapi

Tidak hanya tanam pohon, roadshow SES 2014 di SMPN 26 juga dimeriahkan dengan pembuatan lubang resapan bersama-sama dengan Michaela Newnham, simpatisan Tunas Hijau, pemerhati lingkungan internasional dan istri Konjen Amerika bersama tamu undangan yang lain. Dalam pembuatan lubang resapan biopori ini sebanyak 320 sudah terpasang rapi

“Kami upayakan untuk membuat lubang resapan biopori di saluran air, karena di tempat tersebut, air akan diresapkan langsung ke dalam tanah bukan dibiarkan langsung mengalir begitu saja menuju sungai,” ujar Sri Sulaminingsih, guru pembina lingkungan.  Kegigihan dan antusiasme warga SMPN 26 dalam menjalankan setiap kegiatan lingkungan mendapat pujian dari Michaela Newnham, pemerhati lingkungan internasional, simpatisan Tunas Hijau dan istri Konjen Amerika. Terlebih saat Michaela melihat pengelolaan kantin apung yang menjadi icon sekolah.

“Saya senang sekali dengan konsep kantin apung yang ramah lingkungan, bebas dari plastik dan nyaman. Tidak hanya itu, kalian harus membuat kegiatan lingkungan sebanyak mungkin dengan melibatkan warga sekolah. Karena dengan cara itu, pendidikan lingkungan dan kesadaran lingkungan bisa ditumbuhkan kepada warga sekolah,” ujar Michaela. Tidak hanya itu saja, Michaela tampak terkesan dan kagum dengan penampilan tim yel-yel lingkungan SES 2014 SMPN 26 yang tampil memukau dengan kostum daur ulang dan alat musik yang berasal dari barang-barang bekas.

Dalam roadshow SES 2014 yang digelar Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan jawa-Bali di SMPN 26, berbagai hadiah menarik diberikan kepada setiap siswa yang berhasil bertanya maupun menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh Michaela Newnham, pemerhati lingkungan internasional, simpatisan Tunas Hijau dan istri konjen Amerika

Dalam roadshow SES 2014 yang digelar Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan jawa-Bali di SMPN 26, berbagai hadiah menarik diberikan kepada setiap siswa yang berhasil bertanya maupun menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh Michaela Newnham, pemerhati lingkungan internasional, simpatisan Tunas Hijau dan istri konjen Amerika

Menariknya, dalam kegiatan tanam pohon dan pembuatan lubang resapan biopori, sekolah adopsi yakni SMPN 7 dan SDN Sememi I pun diberikan jatah tempat dan pohon sendiri untuk ditanam. “Semoga dengan adanya kegiatan tanam pohon dan pembuatan lubang resapan biopori, kami bisa meniru dan mengaplikasikannya di sekolah. Apalagi kalau sekolah kami mendapat kesempatan untuk dikunjungi oleh Michaela Newnham,” ujar Pudjiono, guru pembina lingkungan yang juga guru olahraga. (ryn)