Olah Raga Pagi Dengan Ngebor Biopori SMKN 5

Kader lingkungan hidup SMKN 5 Surabaya ngebor lubang resapan biopori bersama keluarga mereka di jalur hijau Jalan Mayjend Prof Dr Moestopo

Kader lingkungan hidup SMKN 5 Surabaya ngebor lubang resapan biopori bersama keluarga mereka di jalur hijau Jalan Mayjend Prof Dr Moestopo

SURABAYA – Memasuki musim penghujan antisipasi banjir pun gencar dilakukan pemerintah dan masyarakat. Tidak terkecuali tim lingkungan hidup SMKN 5 Surabaya, atau dikenal dengan Enviro Team Stemba. Mereka melakukan penanaman lubang resapan biopori di area jalur hijau depan sekolah Jalan Mayjend Prof Dr Moestopo 167-169, Sabtu (29/11). 

Pada musim penghujan, memang area depan sekolah kerap dilanda banjir. Meskipun genangan air ini bersifat sementara, namun sangat menganggu aktivitas para siswa karena kedalamannya bisa mencapai sebetis. Genangan air tersebut dikarenakan di halaman SMKN 5 Surabaya yg cukup luas itu minim resapan air.

“Selain itu, genangan air yang ada di sekolah juga merupakan aliran dari genangan air yang berasal dari luar sekolah yaitu jalan raya. Posisi halaman sekolah yg lebih rendah daripada jalan raya membuat aliran air dari luar sekolah masuk ke area sekolah dan tergenang di halaman,” ujar Ainur Makhmud, siswa SMKN 5 Surabaya anggota Enviro Team Stemba.

Dengan alasan itu, sekaligus merupakan bagian dari Gerakan Sejuta Lubang Resapan Biopori Surabaya Eco School 2014 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali, mereka berusaha meminimalisir debit air yang masuk ke sekolah dengan cara membuat sebanyak mungkin lubang resapan biopori di area jalan raya yang biasanya tergenang air.

“Kegiatan kami kali ini sedikit berbeda, karena mengajak keluarga kami untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Tercatat ada 85 peserta dari 57 keluarga yang andil dalam kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 8 pagi tersebut,” ujar Ainur Makhmud, yang juga salah satu kandidat Eco Student (Senior) of the Year 2014 dari SMKN 5 ini.

Dalam kegiatan masal ini, kami menanam 103 lubang resapan biopori. Kegiatan ini berakhir sekitar pukul 10. “Melalui kegiatan kami berharap kedepannya area SMK Negeri 5 Surabaya sudah tidak lagi terjadi genangan air yang selama ini kerap terjadi,” harap Ainur Makhmud.

Sebelum melakukan kegiatan penanaman biopori, keluarga dari kader lingkungan dikumpulkan terlebih dahulu di Auditorium SMKN 5 Surabaya untuk pembekalan tentang apa yang akan dilakukan. Tujuannya, keluarga yang hadir paham tentang biopori dan alasan membuatnya. (EnviroTeamStemba/ron)