Pasukan Putih Oranye Ngebor di Jalur Hijau Perak Barat

Tim lingkungan hidup SMPN 11 Surabaya ngebor lubang resapan biopori di jalur hijau Jalan Perak Barat , Sabtu (29/11)

Tim lingkungan hidup SMPN 11 Surabaya ngebor lubang resapan biopori di jalur hijau Jalan Perak Barat , Sabtu (29/11)

SURABAYA – Musim hujan telah tiba, meskipun belum merata, cukup membuat suhu kota Surabaya terasa lebih sejuk. Pasukan putih oranye SMPN 11 Surabaya memanfaatkan awal musim hujan ini dengan ngebor bareng lubang resapan biopori di jalur hijau Jalan Perak Barat, Sabtu (29/11). 

Kota Surabaya kawasan Perak Barat pun cukup dikenal dengan banjir atau genangan saat hujan lebat turun. Badan jalan tergenang air hujan. Hal ini sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Inilah salah satu alasan tim lingkungan hidup SMPN 11 Surabaya membuat lubang resapan biopori di Jalur hijau Jalan Perak Barat.

Awalnya, Tunas Hijau pengagas Surabaya Eco School 2014 yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kot Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali serta didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dan PT Dharma Lautan Utama menunjuk tim lingkungan SMPN 11 Surabaya sebagai koordinator pembuatan biopori di wilayah Surabaya utara.

Linggis dan bor merupakan dua alat utama yang digunakan pada aksi ngebor lubang resapan biopori ini

Linggis dan bor merupakan dua alat utama yang digunakan pada aksi ngebor lubang resapan biopori ini

Penunjukan itu disampaikan oleh Aktivis Senior Tunas Hijau Anggriyan Permana saat workshop III Surabaya Eco School 2014, Jumat (21/11). Merealisasikan tugas tersebut, tim lingkungan SMPN 11 memutuskan hari ini (29/11). Dengan penuh semangat, mereka menuju ke lokasi yang tempatnya tidak begitu jauh dari sekolah.

”Kita harus semangat. Jaga kekompakan antar tim agar program dan tujuan kita berhasil. Ayo wujudkan konservasi air Surabaya,” ungkap kader lingkungan senior SMPN 11 Surabaya Safrizal Amir menyemangati seluruh siswa yang ikut serta aksi ngebor lubang resapan biopori itu.

Beseragam kompak putih oranye, 105 orang terdiri dari siswa dan guru tim lingkungan SMPN 11 Surabaya memadati jalur hijau Jl. Perak Barak. Bebekal alat bor biopori sebanyak 12 buah serta dipinjami Tunas Hijau sebanyak 15 buah tim bekerja keras. Selama 2 jam berhasil membuat lubang resapan sebanyak 44 buah dengan kedalaman 100 cm.

”Wah, lumayan. Kali ini dapat menghasilkan 44 lubang resapan biopori. Semoga bermanfaat untuk Kota Surabaya,” ungkap Evie Wulansari, koordinator kegiatan dari SMPN 11 Surabaya. Lubang resapan biopori sebanyak 44 buah dengan kedalaman 100 cm dilengkapi dengan pipa paralon.

105 orang siswa dan guru SMPN 11 Surabaya ikut serta aksi ngebor lubang resapan biopori ini

105 orang siswa dan guru SMPN 11 Surabaya ikut serta aksi ngebor lubang resapan biopori ini

Mereka membawa 8 pipa paralon, sedangkan yang lainnya disiapkan oleh Tunas Hijau. Semua lubang resapan diisi sampah organik daun. Sampah daun sebanyak 106 Kg mengisi penuh semua lubang. Dari sekolah tim membawa 30 Kg sampah daun. Sisanya, 76 Kg didapat di lokasi.

”Teman-teman jangan lupa isi penuh semua lubang dengan sampah organik. Ayo operasi semut untuk mendapatkan sampah daun semoga upaya ini menjadikan kita semua peduli akan pelestarian lingkungan dan wujudkan konservasi air Surabaya,” ajak kader lingkungan 7A Aminatus Sa’diyah.(Suminah/SMPN 11)