Pentas Seni Bebas Plastik SDN Kaliasin I

SURABAYA – Hampir setiap orang pasti tidak akan terlepas dari yang namanya bahan plastik dalam aktivitasnya sehari-hari. Ya, memang plastik telah menjadi komponen penting dalam kehidupan modern saat ini dan peranannya telah menggantikan kayu dan logam mengingat kelebihan yang dimilikinya antara lain ringan dan kuat, tahan terhadap korosi, transparan dan mudah diwarnai, serta sifat insulasinya yang cukup baik. 

Siswa SDN Kaliasin I peserta pentas seni makan dengan wadah makanan yang bisa digunakan berulang kali

Siswa SDN Kaliasin I peserta pentas seni makan dengan wadah makanan yang bisa digunakan berulang kali

Sifat-sifat bahan plastik inilah yang membuatnya sulit tergantikan dengan bahan lainnya untuk berbagai aplikasi khususnya dalam kehidupan sehari-hari mulai dari kemasan makanan, dan alat-alat rumah tangga. Peningkatan penggunaan bahan plastik ini mengakibatkan peningkatan produksi sampah plastik dari tahun ke tahun.

Sebagai gambaran konsumsi plastik di Indonesia mencapai 10 kg per kapita per tahun, sehingga dapat diprediksikan sebesar itulah sampah plastik yang dihasilkan. Seperti telah diketahui bersama bahwa plastik sangat sulit terurai dalam tanah, membutuhkan waktu bertahun-tahun dan ini akan menimbulkan permasalahan tersendiri dalam penanganannya.

Pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah bukanlah solusi yang cukup bijak dalam pengelolaan sampah plastik ini. Peranan para pemulung dalam mengurangi timbunan sampah plastik patut mendapat apresiasi meskipun ini tidak bisa menghilangkan seratus persen sampah plastik yang ada.

Kepala SDN Kaliasin I Sujilah dan Sudiono turut memberikan keteladanan makan dengan wadah yang bisa digunakan berulang kali

Kepala SDN Kaliasin I Sujilah dan Sudiono turut memberikan keteladanan makan dengan wadah yang bisa digunakan berulang kali

Kegiatan Pentas Seni yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Surabaya bersama sekolah dasar seluruh Surabaya yang diadakan di Taman Remaja Surabaya secara bergiliran setiap kecamatan. SDN Kaliasin I tidak ketinggalan mengikutinya dan mendapat giliran Sabtu (29/11).

Layaknya acara besar pasti membutuhkan konsumsi makanan dan minuman untuk siswa dan guru serta orang tua murid. Dari sekitar 39 Taman Kanak–Kanak, 38 Sekolah Dasar Negeri dan Swasta, 19 Sekolah menengah pertama Negeri dan swasta serta 21 SMA / SMK Negeri dan Swasta. Lebih dari 16380 orang menyaksikan karya anak bangsa.

Diperkirakan sekitar 3,5 ton sampah kotak makan di hasilkan pada malam itu. Warga SDN Kaliasin I yang sudah terbiasa dengan bebas plastik berusaha menerapkan dalam kebiasaan anak–anak baik di sekolah, di rumah maupun di tempat umum dengan menggunakan kotak makan yang dapat dipakai berulang kali dan tidak menghasilkan sampah. (Kalsa)