Si CLING SMAK St Louis II Kaget Lihat Keranjang Komposter Yang KeringBerjamur

SURABAYA – Kader lingkungan SMAK St Louis II yang sering disebut Si CLING (Cinta Lingkungan) kaget melihat kondisi keranjang komposter mereka. Alasannya, dua buah keranjang komposter yang dimiliki oleh sekolah berada di daerah Tidar ini sebelumnya sudah penuh dengan sampah organik. Sabtu lalu, setelah melakukan grebek pasar, kader lingkungan langsung mengisi penuh keranjang tersebut, tetapi Senin pagi, kedua keranjang tersebut berjamur.

Pengadukan kompos yang ada pada keranjang komposter dilakukan oleh kader lingkungan SMAK St Louis II saat pemantauan Surabaya Eco School 2014

Pengadukan kompos yang ada pada keranjang komposter dilakukan oleh kader lingkungan SMAK St Louis II saat pemantauan Surabaya Eco School 2014

Fakta tersebut terjadi saat Tunas Hijau melakukan pembinaan sekaligus pemantauan program Surabaya Eco School 2014 bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) serta didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Senin (17/11). Melihat permasalahan tersebut, mereka segera berinisiatif menambahkan pupuk kompos yang berasal pengolahan sampah organik menggunakan tong komposter aerob. Isi keranjang komposter pun ditumpahkan agar bisa dicampur dengan kompos olahan sendiri.

Perempuan-perempuan kader lingkungan SMAK St Louis II tampak perkasa mengaduk kompos dari keranjang komposter yang sudah dibuat, tetapi terlalu banyak sampah organiknya dalam pemantauan Surabaya Eco School 2014

Perempuan-perempuan kader lingkungan SMAK St Louis II tampak perkasa mengaduk kompos dari keranjang komposter yang sudah dibuat, tetapi terlalu banyak sampah organiknya dalam pemantauan Surabaya Eco School 2014

Menurut penuturan Deta Ariska, guru pembina lingkungan, tujuan dicampur dengan kompos jadi adalah agar bau menyengat yang ditimbulkan oleh sampah organiknya berkurang. “Selain mengurangi bau, tujuan lainnya adalah biar sampah organiknya bisa terurai, seharusnya pengolahan sampah organik khususnya sisa makanan membutuhkan lebih banyak kompos starter daripada sisa makanan sebagai isiannya,” jelas Deta Ariska. Menariknya dalam kegiatan pengadukan tersebut, kader lingkungan perempuan yang bertugas untuk mengaduk dengan menggunakan sekop.

Lusia Puji, salah seorang kader lingkungan, menjelaskan kader lingkungan perempuan sekolah yang berlokasi di Jalan Tidar lebih tangguh daripada kader lingkungan yang laki-laki. “Seharusnya kan yang bagian mengaduk menggunakan sekop adalah anak cowok kak, bukan anak cewek. Tetapi kebalikannya, anak cowok yang ambil komposnya, anak cewek yang mengaduknya menggunakan sekop,” terang Lusia Puji, siswa kelas 12.

Salah satu lubang resapan biopori milik SMAK St Louis II yang memudahkan kader lingkungan yang sering disebut Si Cling melakukan pemantauan dan pengecekan lubang resapan biopori untuk diisi sampah organik dalam pemantauan SES 2014

Salah satu lubang resapan biopori milik SMAK St Louis II yang memudahkan kader lingkungan yang sering disebut Si Cling melakukan pemantauan dan pengecekan lubang resapan biopori untuk diisi sampah organik dalam pemantauan SES 2014

Sementara itu, lubang resapan biopori yang ditunjukkan oleh si Cling atau kader lingkungan terlihat berbeda dari biasanya. Hal tersebut karena setiap lubang biopori terdapat tanda atau patok yang digunakan sebagai penanda. Menurut penuturan Deta Ariska, guru pembina lingkungan, lubang resapan biopori sekolahnya cukup membanggakan, karena sudah ada tutup dan patok atau tanda. “Patoknya tidak hanya sekali pakai atau buat, melainkan patok sudah dibuat dari kayu bekas, lalu setiap lubang resapan biopori ada nomornya jadi memudahkan untuk mengeceknya,” ucap Ariska.

Dengan adanya patok tersebut, kader lingkungan jadi mudah untuk mengecek atau memantau pengisian lubang resapan biopori. “Pada bagian lubang resapan biopori, anak-anak tidak kesusahan mengisi lubang resapan yang kosong, kalau tidak ada patokannya, kami susah untuk mengecek atau memantaunya,” ujar Lusia Puji. Menyikapi tantangan Surabaya Eco School 2014, mereka berencana untuk menggelar aksi bersih-bersih saluran air di dalam sekolah yang batas saluran airnya berbatasan dengan SMK St Louis II. (ryn)