Ajak Anak-Anak Dukuh Jurang Indah Membuang Sampah Pada Tempatnya

SURABAYA – Tunas Hijau bersama mobil edukasi lingkungan hidup keliling bantuan CSR PT Pembangkitan Jawa-Bali (Eco Mobile PJB) mengajak anak-anak pemukiman Dukuh Jurang Indah untuk peduli lingkungan, Rabu (24/12) sore. 

Anak-anak pemukiman Dukuh Jurang Indah mengikuti pembinaan lingkungan hidup bersama mobil edukasi lingkungan hidup keliling bantuan CSR PT Pembangkitan Jawa-Bali (Eco Mobile PJB)

Anak-anak pemukiman Dukuh Jurang Indah mengikuti pembinaan lingkungan hidup bersama mobil edukasi lingkungan hidup keliling bantuan CSR PT Pembangkitan Jawa-Bali (Eco Mobile PJB)

Dukuh Jurang Indah, yang terletak di sekitar pintu masuk tol Jalan HR Muhammad, merupakan kampung adopsi  SDN Pradah Kalikendal I selama pelaksanaan Surabaya Eco School 2014 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali.

“Sebelumnya kami sudah 4 kali melakukan kegiatan lingkungan hidup bersama masyarakat di kampung ini,” jelas Dian Sofamarita, guru pembina lingkungan hidup SDN Pradah Kalikendal 1. Kampung adopsi merupakan salah satu tantangan (challenge) Surabaya Eco School 2014 yang didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dan PT. Dharma Lautan Utama.

Pada pembinaan ini, anak-anak pemukiman binaan SDN Pradah Kalikendal I tersebut diajak membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya. Alasannya, kondisi kampung yang masih kurang peduli dengan lingkungan. Faktanya terlihat banyaknya sampah yang berada tidak pada tempatnya.

Ragil Ajeng Pratiwi dari Tunas Hijau mengatakan bahwa membuang sampah pada tempatnya adalah hal yang sepele. “Namun, membuang sampah pada tempatnya harus menjadi kebiasaan setiap orang. Terlebih bila kebiasaan membuang sampah pada tempatnya disertai dengan upaya mengurangi sampah non organik,” kata Ragil Ajeng saat pembinaan berlangsung.

Semangat anak-anak pemukiman Dukuh Jurang Indah untuk peduli lingkungan sangatlah tinggi. Hal ini terlihat dari ajakan untuk mengumpulkan sampah plastik untuk membersihkan sampah yang nampak bercecer yang mereka lakukan dengan senang hati. Orang tua mereka juga tidak segan-segan untuk membantu mengumpulkan sampah.

Iming-iming hadiah yang diberikan Tunas Hijau menambah semangat mereka untuk mengumpulkan sampah. Kali ini hadiahnya ada yang berbeda, yaitu balon udara. Hasil pengumpulan sampah yang banyak, membuat Tunas Hijau merasa sangat prihatin dengan masalah sampah yang masih banyak ditemukan tidak pada tempatnya.

Anak-anak pemukiman Dukuh Jurang Indah dengan sampah non organik yang mereka dapatkan. Mereka berkomitmen untuk berusaha membuang sampah pada tempatnya

Anak-anak pemukiman Dukuh Jurang Indah dengan sampah non organik yang mereka dapatkan. Mereka berkomitmen untuk berusaha membuang sampah pada tempatnya

“Kita sebaiknya mengurangi produksi sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari kita,” terang Ragil Ajeng Pratiwi. Diantara caranya adalah menggunakan produk dalam kemasan yang lebih besar daripada kemasan sachet.

Dari asi bersih-bersih sampah yang dilakukan anak-anak dan ibu-ibu sore itu, sampah plastik yang banyak dihasilkan adalah bungkus kopi, deterjen dan yang satu lagi sampah yang harusnya dijauhkan dari anak-anak yaitu bungkus rokok. (ajeng)