Panen Kompos dan Perawatan Biopori SMPN 11 Selama Liburan Semester

SURABAYA – Liburan adalah momen yang sangat dinantikan oleh banyak orang. Tidak terkecuali para siswa dan guru pada liburan semester ini. Namun ketika sudah menjalani beberapa hari liburan dari total dua pekan masa liburan semester, kejenuhan datang juga. Seperti yang dirasakan oleh beberapa siswa dan guru tim lingkungan hidup SMPN 11, Selasa (30/12). 

Beberapa siswa kader lingkungan hidup SMPN 11 sedang mengayak kompos yang telah dipanen sehari sebelumnya

Beberapa siswa kader lingkungan hidup SMPN 11 sedang mengayak kompos yang telah dipanen sehari sebelumnya

Untuk mengusir rasa jenuh, tim lingkungan hidup SMPN 11 Surabaya memilih bermain ke sekolah sambil melakukan aksi nyata peduli lingkungan. Hal yang sama dirasakan oleh alumni kader lingkungan hidup sekolah yang mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah terbaik Kedua kategori SMP pada Surabaya Eco School 2014 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali ini.

Para alumni siswa SMPN 11, yang dulunya juga anggota tim lingkungan hidup sekolah yang langganan juara Lomba Yel-Yel Lingkungan Hidup Surabaya Eco School ini, turut bergabung sembari melepas rasa kangen akan sekolah nan indah dan megah ini. Selain itu mereka mendapat tugas untuk melakukan observasi selama liburan dari sekolahnya. Alhasil tim lingkungan hidup dan alumni SMPN 11 merawat 10 lubang resapan biopori dengan mengisikan sampah daun sebanyak 5 Kg.

Siswa kader lingkungan hidup bersama guru pembina lingkungan hidup SMPN 11 Suminah dan alumni mengisikan sampah organik ke dalam lubang resapan biopori di sekolah saat liburan semester

Siswa kader lingkungan hidup bersama guru pembina lingkungan hidup SMPN 11 Suminah dan alumni mengisikan sampah organik ke dalam lubang resapan biopori di sekolah saat liburan semester

Tidak cukup dengan aksi merawat biopori, mereka juga mengayak hasil panen kompos yang telah dilakukan sehari sebelumnya. Panen kali ini lumayan banyak. Dari 3 keranjang pengomposan takakura, 15 Kg kompos halus telah dihasilkan. Sebagian kompos itu akan dijual kepada warga sekolah. Sebagiannya lagi akan digunakan untuk memupuk tanaman di sekolah. (suminah/ro)