Safrizal Amir, Siswa SMPN 11 Peraih Penghargaan Eco Student (Junior) of the Year 2014

Safrizal Amir, siswa SMPN 11 peraih penghargaan Eco Student (Junior) of the Year 2014

Safrizal Amir, siswa SMPN 11 peraih penghargaan Eco Student (Junior) of the Year 2014

Bagi Safrizal Amir, siswa kelas 9 SMPN 11 Surabaya peraih penghargaan Eco Student (Junior) of the Year 2014 Surabaya Eco School,  peduli lingkungan hidup tidak bisa hanya teori dan dilakukan dengan lisan. “Peduli berarti harus melakukan aksi nyata yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari secara rutinitas,” kata Safrizal Amir. 

Dia terbukti melakukan rutinitas peduli lingkungan hidup di sekolah dalam aksi nyata. “Saya juga melakukan rutinitas peduli lingkungan hidup setiap hari di sekolah, seperti mengolah sampah organik menjadi kompos dan memanfaatkan air olahan water treatment dari kantin sekolah. Pulang sekolah malam hari pun sudah biasa,” ujar siswa yang juga ketua OSIS SMPN 11 ini.

Bahkan, karena pulang terlalu malam, tidak jarang Safrizal harus pulang dari sekolah ke rumah dengan berjalan kaki. “Ceritanya waktu itu karena terlalu malam pulangnya ternyata angkutan kota yang biasa digunakan sudah beroperasi lagi. Terpaksa jalan kaki dari Sawah Pulo ke Wonokusumo. Lumayan juga,” kata Safrizal.

Safrizal bersama beberapa orang siswa kader lingkungan SMPN 11 Surabaya menimbang sampah organik dari grebek pasar tradisional yang akan diolah menjadi kompos

Safrizal bersama beberapa orang siswa kader lingkungan SMPN 11 Surabaya menimbang sampah organik dari grebek pasar tradisional yang akan diolah menjadi kompos

Selama tiga tahun keterlibatannya secara langsung sebagai kader lingkungan hidup pada program Surabaya Eco School, dia merasa kemampuannya terus diasah. “Saya awalnya adalah sosok siswa yang grogi kalau harus berbicara di depan, apalagi di depan banyak orang. Berkat keaktifan saya pada program lingkungan hidup, saya jadi terbiasa,” tambah Safrizal.

Mengenai pengalamannya yang paling berharga selama pelaksanaan Surabaya Eco School dua tahun terakhir adalah ketika dirinya menjadi narasumber. “Sejak tahun lalu, SMPN 11 selalu menjadi tuan rumah pelaksanaan Workshop Surabaya Eco School yang mengikutsertakan siswa dan guru dari banyak sekolah. Menjadi narasumber pengelolaan lingkungan hidup kepada banyak sekolah yang lainnya adalah pengalaman yang sangat berharga,” lanjut Safrizal.

Selain itu, kampanye lingkungan hidup yang secara intens dilakukan warga sekolahnya tidak hanya menyadarkan masyarakat sekitar. “Para siswa yang terlibat juga akan terasah kemampuan pribadinya. Diantaranya adalah kepekaan sosial dan kemampuan berbicara di depan publik,” tambah Safrizal yang mengaku bangga bisa terlibat aktif pada Surabaya Eco School 2014 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali, serta didukung PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dan PT Dharma Lautan Utama ini.

Kampanye lingkungan hidup kepada masyarakat sekitar, yang menjadi salah satu challenge mingguan Surabaya Eco School 2014, menjadi salah satu yang terunik menurut Safrizal. Alasannya, kampanye waktu itu dilakukan dengan mengenakan kostum daur ulang. “Untuk menarik masyarakat, kami juga membagikan produk ecopreneur kepada masyarakat sekitar,” terang siswa kelahiran Surabaya, 19 Januari 2000 ini. (ron)