SDN Kaliasin I, Juara SES 2014 Berkat Beragam Inovasi Lingkungan

SURABAYAAwarding program lingkungan hidup berkelanjutan bagi sekolah-sekolah Surabaya Eco School 2014 memberikan kesan berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. Isak haru tangis, senyum bahagia sampai gelak tawa semua ekspresi tersebut ditunjukkan oleh lebih dari 400 tamu undangan yang berasal dari 30 sekolah finalis SES 2014. Kegiatan yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali  serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk di Graha Sawunggaling, Sabtu (06/12).

Mozaic karya SDN Kaliasin I yang terbuat dari pemanfaatan tutup botol bekas dibuat dalam rangka Surabaya Eco School 2014 terinspirasi dari sister school di Australia

Mozaic karya SDN Kaliasin I yang terbuat dari pemanfaatan tutup botol bekas dibuat dalam rangka Surabaya Eco School 2014 terinspirasi dari sister school di Australia

SDN Kaliasin I, menjadi sekolah yang paling histeris dalam mengekspresikan kegembiraannya saat nama sekolahnya disebut sebut sebagai sekolah juara Surabaya Eco School 2014. Mulai dari kepala sekolah, guru, siswa sampai walimurid pun histeris merayakan keberhasilan sekolah yang berlokasi di Jalan Gubernur Suryo. Menurut penuturan Sujilah, kepala SDN Kaliasin I, kerja keras tim guru, siswa dan karyawan dalam mengarungi Surabaya Eco School tidak sia-sia. Keberhasilan ini merupakan keberhasilan kita semua,” ujar Sujilah, mantan kepala SDN Pradah Kalikendal I.

Program Surabaya Eco School 2014 merupakan program lingkungan yang mampu menantang dan mengubah karakter warga sekolah. Testimoni tersebut disampaikan oleh Tri Wahyunintyas, guru pembina lingkungan SDN Kaliasin I pasca awarding. Berbagai cara dan strategi dijalankan oleh sekolah yang memiliki roof garden. Diantaranya adalah program pembiasaan, program unggulan dan inovasi lingkungan. “Sebenarnya tujuan kami adalah membentuk karakter warga sekolah yang peduli lingkungan dan berkelanjutan,” ucap Tri Wahyuningtyas.

Kader lingkungan SDN Kaliasin I menunjukkan tanaman budidaya yang berada di roof garden sebagai salah satu inovasi lingkungan dalam Surabaya Eco School 2014

Kader lingkungan SDN Kaliasin I menunjukkan tanaman budidaya yang berada di roof garden sebagai salah satu inovasi lingkungan dalam Surabaya Eco School 2014

Beberapa program lingkungan ciri khas mereka adalah pengurangan sampah plastik, roof garden dan keterlibatan orang tua dalam kegiatan lingkungan. Beragam aksi nyata lingkunganpun dilakukan oleh setiap hari oleh warga sekolah dengan tim lingkungan sebagai koordinatornya. “Kegiatan lingkungan yang paling seru namun masih dalam rutinitas adalah pemilahan sampah. Seru karena di sekolah kami sudah tidak memiliki plastik es, sedotan dan bungkus makanan,” ujar Bilbina Zahra, salah seorang kader lingkungan kelas 5.

Kader lingkungan SDN Kaliasin I mengecek pengolahan sampah organik sisa makanan melalui keranjang komposter saat pembinaan Surabaya Eco School 2014

Kader lingkungan SDN Kaliasin I mengecek pengolahan sampah organik sisa makanan melalui keranjang komposter saat pembinaan Surabaya Eco School 2014

Gerakan pembuatan lubang resapan biopori yang dilakukan oleh kader lingkungan SDN Kaliasin I ini berbeda dengan sekolah lainnya. Bedanya, gerakan lubang resapan ini dilakukan di dua tempat yakni di dalam sekolah dan di luar sekolah. “Kalau di dalam sekolah, sudah ada lebih dari 100 lubang resapan yang dibuat oleh masing-masing kelas. Sedangkan, di Taman Apsari, kami sudah membuat lebih dari 40 lubang resapan biopori dengan melibatkan orang tua mereka,” ujar Soegiono, salah seorang guru pembina lingkungan.

Senjata mereka yang lainnya untuk menghadapi Surabaya Eco School 2014 adalah budaya membawa tempat makan dan botol minum sendiri. Tidak hanya budaya pengurangan sampah plastik saja, upaya penghijauan di sekolah diwujudkan dalam kegiatan penanaman pohon di kampung adopsi. Sujilah, mengatakan tim lingkungan mengajak anak-anak untuk menanam pohon di kampung adopsi sekolah di Pondok Rosan. “Tidak hanya menanam pohon, uniknya tanam pohon tersebut melibatkan keterlibatan orang tua atau family tree planting,” kata Sujilah.

Beberapa momen unik dan menarikpun dialami oleh tim lingkungan selama gelaran Surabaya Eco School di tahun keempat. Diantaranya saat melakukan kampanye lingkungan di radio istara untuk menjalankan tantangan terakhir SES 2014. “Momen unik yang pernah kami lakukan adalah saat kami melakukan kampanye lingkungan di radio. Karena waktu itu kami ingin sesuatu yang beda, beberapa sekolah melakukan kampanye lingkungan di beberapa tempat umum dan pusat perbelanjaan (Mall),” ujar Anindhya Putri, siswa kelas 5. (ryn)