Sujilah, Kepala SDN Kaliasin I Peraih Penghargaan Eco Headmaster (Elementary) of the Year 2014

Sujilah, Kepala SDN Kaliasin I Peraih Penghargaan Eco Headmaster (Elementary) of the Year 2014

Sujilah, Kepala SDN Kaliasin I Peraih Penghargaan Eco Headmaster (Elementary) of the Year 2014

Sujilah adalah sosok baru di sekolah yang syarat dengan prestasi lingkungan hidup di jantung kota Surabaya, yaitu SDN Kaliasin I. Dia baru menjabat sebagai kepala sekolah yang tiga kali berhasil menduetkan pangeran dan puteri lingkungan hidup  ini sejak awal tahun 2014. Namun, dia sudah menjadi sosok yang bisa membawa dirinya kepada semua warga sekolah. 

Figur kepala sekolah peraih penghargaan Eco Headmaster (Elementary) of the Year 2014 Surabaya Eco School 2014 ini sangat luwes dan lembut. Sikap ini yang menjadikan Sujilah sebagai sosok panutan oleh seluruh guru dan siswanya. “Intinya sebenarnya melestarikan bumi. Ya berawal dari sekolah ini,” ujar Sujilah yang pernah terpilih menjadi anggota rombongan kepala sekolah peserta program pertukaran ke negara Korea.

“Di SDN Kaliasin I ini sebenarnya sudah terbentuk tim lingkungan dan sudah sangat kokoh. Saya hanya melanjutkan program yang sudah ada. Namun, melanjutkan itu tidak mudah. Perlu strategi. Menggerakan orang banyak itu kita harus ikut di dalamnya karena pemimpin adalah kunci utama. Kalau menggerakkan orang banyak hanya dengan perintah itu sangat mustahil,” kata Sujilah yang belum lama ini bertandang ke Tasmania, salah satu negara bagian Australia.

Sujilah berbaur dengan para siswanya membersihkan saluran air di sekitar sekolah

Sujilah berbaur dengan para siswanya membersihkan saluran air di sekitar sekolah

Tim lingkungan di SDN Kaliasin I ini terbilang lengkap terdiri dari semua komponen sekolah yaitu: kepala sekolah, guru, karyawan, siswa hingga orang tua siswa. Tim lingkungan ini telah terbagi tugas yang telah disepakati bersama. Masing-masing tim ini membuat komitmen bersama untuk menjalankan apa yang telah disepakati. “Tim lingkungan SDN Kaliasin I ini juga mempunyai target yaitu kegiatan lingkungan yang terprogram,” terang Sujilah.

Dijelaskan oleh Sujilah, yang juga kepala sekolah dasar terbaik Eco-preneur 2014, bahwa tim lingkungan di sekolahnya terbagi menjadi 6 tim, yaitu SEKAM J. Terdiri dari tim Sampah, Energi, Keanekargaman hayati, Air, Makanan, dan Jurnalistik lingkungan. “Semua ada keteladanannya. Contohnya tim sampah yang kami terapkan di kantin, siswa membawa tempat makan minum sendiri itu juga termasuk dalam tim Makanan,” terang Sujilah.

Sujilah menjelaskan bahwa tim lingkungan yang terdiri dari 6 kelompok itu melakukan sosialisasi secara intens. “Contoh tim Sampah yang mempresentasikan materinya kepada adik kelasnya atau tim Sampah juga mensosialisakan materinya kepada tim lain seperti tim Energi. Dengan begitu mereka akan mudah memahaminya,” tutur kepala sekolah berkacamata ini.

Sujilah saat memimpin gerakan pembuatan lubang resapan biopori

Sujilah saat memimpin gerakan pembuatan lubang resapan biopori

Sosok kepala SDN Kaliasin I ini juga mempunyai komitmen bersama seluruh warga sekolah untuk melaksanakan seluruh tantangan mingguan selama pelaksanaan program lingkungan hidup berkelanjutan Surabaya Eco School 2014 yang diselengarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali, serta didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dan PT Dharma Lautan Utama.

Menurutnya, dukungan dari wali murid adalah salah satu komponen penting dalam menyukseskan realisasi Surabaya Eco School seperti adopsi kampung, adopsi sekolah serta adopsi keluarga. Adanya dukungan yang luar biasa dari wali murid, Sujilah merasa sangat optimis bisa membentuk karakter-karakter cinta lingkungan kepada warga sekolahnya.

Hebatnya lagi sosok kepala sekolah ini tak tanggung untuk ikut serta dalam aksi lingkungan yang dilakukan sekolahnya. Sujilah bahkan ikut melakukan aksi pengurangan sampah organik pasar tradisional berupa grebek pasar. “Semua kegiatan saya ikuti, tapi ya tidak bisa lama selaku pimpinan saya hanya berusaha memberi motivasi bagi mereka. Toh mereka senang kalau pemimpinnya turun langsung ikut bersama mereka,” kilah Sujilah.

Bak ibu yang selalu memberikan perhatian kepada buah hatinya adalah ungkapan yang pas untuk sosok kepala SDN Kaliasin I ini. Pernah suatu acara grebek pasar dia sendiri yang membonceng sampah dengan motornya dan di belakangnya dipegang oleh muridnya.

“Saya sering hanya sekedar menengok ke kelas untuk menanyakan kepada mereka apakah sudah bawa tempat makan dan minum sendiri saja, ekspresi mereka menunjukkan ekspresi senang. Itu adalah kepuasaan batin saya sendiri. Mereka seperti anak saya sendiri,” ujar Sujilah.

“Para murid tidak merasa bahwa itu kepala sekolahnya. Para guru juga tidak merasa itu adalah pimpinan atau atasannya. Kuncinya adalah TEAM WORK. Jadi kita disini satu kesatuan. Wali murid pun begitu, tidak merasa ada sekat antara kami dan wali murid,” tutur kepala SDN Kaliasin I Sujilah.

Satu hal yang membuat Sujiah berkesan karena muridnya mendapat kesempatan untuk belajar ke Australia melalui program lingkungan. “Yang saya kagumi yaitu semua mall disana mewajibkan pembelinya membawa tempat belanja sendiri. Coba itu diterapkan di Indonesia pasti sungguh luar biasa dampaknya,” tutur Sujilah berharap (fatih/ro)