Delegasi CCEEE 2015 Belajar Sistem Pengolahan Sampah di Southern Metropolitan Regional Council (SMRC)

Oleh : Alfie Niamah Febriana, kepala SDIT Al Uswah Surabaya

Bila Surabaya memiliki TPA Benowo sebagai Tempat Pembuangan Akhir sampah kota, di kota Perth memiliki Tempat Pembuangan Akhir sampah serupa bernama Pada hari ke tujuh dalam program CCEEE 2015, para delegasi mengunjungi Southern Metropolitan Regional Council (SMRC). Menariknya, di SMRC ini, sampah yang disetorkan langsung diolah dengan menggunakan berbagai macam teknologi yang canggih.

Rombongan delegasi program CCEEE 2015 belajar sistem pengolahan sampah yang ada di Tempat Pengolahan Sampah bernama Southperth Metropolitan Regional Councill (SMRC) dalam kunjungan hari ketujuh

Rombongan delegasi program CCEEE 2015 belajar sistem pengolahan sampah yang ada di Tempat Pengolahan Sampah bernama Southperth Metropolitan Regional Councill (SMRC) dalam kunjungan hari ketujuh

Pada hari ketujuh, pelaksanaan program Cross Culture Environment Education Exchange 2015 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali, rombongan berkesempatan belajar pengolahan sampah di SMRC. Begitu datang, rombongan langsung disuguhkan dengan pemandangan banyaknya truk-truk pengangkut sampah yang membawa sampah dari pemukiman-pemukiman yang harus melalui timbangan untuk mengetahui berat dan volume sampah yang dimuat.

Pengolahan sampah di sini memiliki 3 sistem yakni komposter, green waste atau sampah pepohonan, dan recycle center atau daur ulang.  Tempat sampah yang disediakan di Perth terdiri dari 2 jenis yaitu bertutup hijau untuk sampah organik dan bertutup kuning untuk sampah anorganik. Truk yang mengangkut sampah organik akan membawa sampah tersebut ke unit komposter. Sedangkan truk pengangkut sampai anorganik akan membawa sampai ke fasilitas daur ulang.

Sistem pengolahan dan pemilahan sampah nonorganik yang ada di Southperth Metropolitan Regional Councill dengan menggunakan mesin yang memisahkan antara sampah kertas, sampah plastik, sampah botol dan sampah kaleng mampu membuat rombongan delegasi CCEEE 2015 kagum

Sistem pengolahan dan pemilahan sampah nonorganik yang ada di Southperth Metropolitan Regional Councill dengan menggunakan mesin yang memisahkan antara sampah kertas, sampah plastik, sampah botol dan sampah kaleng mampu membuat rombongan delegasi CCEEE 2015 kagum

Di unit Green Waste Procesing, aku melihat sampah dari penebangan pohon maupun dedaunan dimasukkan dalam mesin pencacah yang besar. Hasilnya dikumpulkan lalu dijual sebagai lapisan untuk menutupi tanah atau lahan yang akan ditanami tanaman biasa disebut Mulch. Mulch berperan penting dalam kehidupan tanaman, karena di Australia struktur tanahnya berupa pasir yang sangat sulit ditumbuhi tanaman sehingga diperlukan mulch untuk mempertahankan kelembaban tanah.

Sementara itu, dalam proses pembuatan kompos, pengolahan sampah terbesar di Perth ini menggunakan mesin pengaduk sampah dedaunan yang dimasukkan ke dalam tabung raksasa. Setelah puas melihat proses pengolahan kompos, aku dibuat takjub dengan sistem pengolahan sampah anorganik yang dimulai dengan proses pemilahan. Sampah nonorganik, seperti plastik, kertas dan botol dipilah dengan menggunakan mesin. “Khusus untuk pemilahan sampah kaleng, dipergunakan magnet untuk menarik kalengnya,” ujar Alfie Niamah Febriana, kepala SDIT Al Uswah.

Tidak hanya menggunakan tenaga mesin, dalam pengolahan sampah nonorganik ini juga melibatkan tenaga manusia sebagai petugas QC (Quality Control) yakni pensortiran sampah, memastikan tidak ada sampah yang tercampur setelah melalui proses pemisahan menggunakan mesin. Setelah melihat proses pengolahannya, aku teringat Depo Sutorejo Sutorejo yang juga melakukan proses pemilahan sampah. Bedanya, proses pemilahan sampah di Depo Sutorejo masih menggunakan jasa manusia dan dalam skala kecil.

Sampah yang telah terpisah, kertas misalnya, dikemas padat lalu dililit dengan kawat membentuk kubus tumpukan kertas. Kertas-kertas ini siap dikirim kembali ke pabrik untuk didaur ulang. Untuk sampah plastik dipotong menjadi kepingan kecil. Sedangkan kaleng minuman dipress atau ditekan. Plastik dan kaleng ini jd bisa didaur ulang. Setiap truk yang keluar akan ditimbang kembali, fungsinya untuk memastikan volume dan berat sampah yang dibawa. Sedangkan, truk yang membawa sampah yang sudah diolah, siap untuk dijual kembali ke pabrik-pabrik. (alfie/ryn)