Delegasi Presentasi Proyek LH Masing-Masing di Hadapan Konsulat Jenderal RI di Perth

Oleh : Lailatur Rohmah, Guru SMAN 12 Surabaya

Satu hari sebelum rombongan Cross Culture and Environmet Education Exchange 2015 bertolak kembali ke Indonesia, aku berkesempatan untuk berkunjung ke Konsulat Jenderal Indonesia di Perth dan berjumpa langsung dengan Konsul Jenderal, Ade Padmo Sarwono. Menariknya, Konsul Jenderal yang baru ini menyempatkan waktu untuk bertemu dengan rombongan delegasi sesampainya dari kota Canbera.

Rombongan Delegasi CCEEE 2015 berkesempatan Untuk berbagi pengalaman dan proyek lingkungan hidup masing-masing di hadapan konsulat jenderal RI di Perth Ade Padmo Suwono, saat rombongan berkunjung ke KJRI

Rombongan Delegasi CCEEE 2015 berkesempatan Untuk berbagi pengalaman dan proyek lingkungan hidup masing-masing di hadapan konsulat jenderal RI di Perth Ade Padmo Suwono, saat rombongan berkunjung ke KJRI

Bersama dengan Catrina, CEO Millenium Kids,aku menceritakan tentang kegiatan delegasi selama 10 hari berada di Perth. Aku menceritakan berbagai pengetahuan baru selama di Perth, diantaranya seperti metode pembelajaran yang menitik beratkan pada keaktifan siswa dalam merencanakan program lingkungan. Menariknya, mereka mengawalinya melalui pertanyaan . Selain itu, aku menceritakan pengalaman kami saat menikmati berinteraksi langsung dengan burung-burung.

Dalam ramah tamah sore itu, masing-masing delegasi menyampaikan proyek lingkungan hidup masing-masing yang akan diterapkan pasca kunjungan di kota Perth. Seperti Yazid Ahmad, guru SDN Bubutan IV, yang menyampaikan komitmennya mengaplikasikan pemberian index mengenai nama-nama keanekargaman hayati yang ada di sekolah. “Saya tertarik dengan lengkapnya informasi yang diberikan melalui index nama-nama burung yang ada pada satu lokasi seperti SMRC atau Tempat Pembuangan Akhir Sampah,” ujar Ahmad.

Rombongan Delegasi CCEEE 2015 berfoto bersama Konsuat Jenderal RI di Perth Ade Padmo Suwono saat berkunjung dan melakukan presentasi lingkungan di KJRI Perth

Rombongan Delegasi CCEEE 2015 berfoto bersama Konsuat Jenderal RI di Perth Ade Padmo Suwono saat berkunjung dan melakukan presentasi lingkungan di KJRI Perth

Lain Halnya dengan Alfie Niamah, kepala SDIT Al Uswah, mengungkapkan keinginannya untuk menerapkan beberapa kebijakan dan beberapa metode pembelajaran yang bisa diterapkan di sekolahnya. “Saya tertarik dengan metode pembelajaran melalui 10 tahapan yang dimulai dengan pertanyaan. Saya akan sosialisasikan kepada rekan-rekan guru di sekolah tentang pengalaman istimewa ini,” ungkap Alfie.

Sementara itu, Fatih Abdul Aziz, siswa SMAN 14, menyampaikan komitmennya menyadarkan peduli lingkungan di lingkup keluarga. Karena, dirinya saat ini sudah menjadi alumni, sehingga dirinya akan menerapkan pengalaman yang didapatnya di keluarganya. “Keluarga saya sendiri masih sulit untuk diajak menerapkan ramah lingkungan, karena ibu saya berjualan dan menggunakan pembungkus plastik,  waktu  saya ingatkan, ibu saya bilang kalau ibu tidak pakai plastik, dapat uangnya dari mana, bisa saja saya tidak makan. Jadinya saya akan memulai dari mengajak adik dan kakak saya,” ucap Fatih.

Tak hanya sekedar mendengarkan pengalaman kami, namun Konsul Jenderal yang dulunya bertugas di Kota Darwin ini menceritakan pengalamannya ketika masih kuliah di Tokyo. Ade Padmo menceritakan bahwa di Tokyo, lahan golf yang sekarang digunakan ternyata tanahnya berasal dari hasil pengolahan sampah.  “Saya pernah mendapatkan satu jaket untuk musim dingin dengan gratis, saat saya masih mahasiswa dan itu saya dapatnya dari tempat pembuangan barang-barang bekas, yang belum sampai dihargai jaktenya,” ujar Ade Padmo. (laila/ryn)