Kaget Lihat Kebun Sayur Di Dalam Tempat Pengolahan Sampah di SMRC

Oleh : Lailatur Rohmah, Guru SMAN 12 Surabaya

Hari ketujuh rombongan berada di Perth, semakin dibuat kagum dengan tata kelola Pengolahan sampahnya. Salah satunya seperti tempat yang dikunjungi delegasi bernama Southern Metropolitan Regional Council (SMRC) Seperti TPA Benowonya Surabaya, lokasi Tempat Pengolahan Sampah ini berada di Regional Resource Recovery Centre Canning Vale, Memasuki wilayah ini, tidak ada bau sampah organik maupun nonorganik yang menyengat hingga mengganggu pernafasan, semuanya tak berbau.

Delegasi CCEEE 2015 terkagum dengan adanya kebun sayur yang ada di antara hutan kecil dan tempat pengolahan sampah skala besar yang ada di SMRC saat kunjungan pada hari ketujuh itu di kota Perth bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali

Delegasi CCEEE 2015 terkagum dengan adanya kebun sayur yang ada di antara hutan kecil dan tempat pengolahan sampah skala besar yang ada di SMRC saat kunjungan pada hari ketujuh itu di kota Perth bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali

Tidak hanya dapat menghilangkan baunya, tempat pengolahan ini memiliki mesin pengolah sampah organik raksasa. Alat tersebut yang menjadi daya tarik delegasi, karena kali pertama mereka melihat alat pengomposan sebesar itu. Tidak hanya alat pengomposan, SMRC ini memiliki mini hutan yang ditumbuhi tanaman lokal, seperti Australian Grass Tree dan West Australian Christmas Tree. Menariknya, di dalam hutan kecil ini, terdapat informasi mengenai beragam jenis keanekargaman hayati yang hidup di dalamnya.

Seperti Wedge-Tailed Eagle, Carnaby’s Cockatoo, Pink and Grey Galah dan sebagainya. Sehingga wajar saja jika udara disini tetap sejuk dan tidak berbau. Papan informasi tersebut didesain dan dibuat dengan ukuran besar dengan perpaduan warna yang mampu membuat pengunjung fokus membaca informasi tersebut. “Tidak hanya permasalahan sampah yang jadi fokusnya, kehidupan liar tentang keanekaragaman hayati tempat inipun diperhatikan secara detail,” ucap Anggriyan.

Rombongan delegasi CCEEE 2015 kagumi SMRC sebagai tempat pengolahan sampah yang tidak hanya fokus pada sampah, melainkan pada upaya penyelamatan habitat keanekaragaman hayati tempat tersebut melalui banyaknya papan informasi mengenai jenis-jenis keanekaragaman hayati yang ada di dalam tempat tinggalnya

Rombongan delegasi CCEEE 2015 kagumi SMRC sebagai tempat pengolahan sampah yang tidak hanya fokus pada sampah, melainkan pada upaya penyelamatan habitat keanekaragaman hayati tempat tersebut melalui banyaknya papan informasi mengenai jenis-jenis keanekaragaman hayati yang ada di dalam tempat tinggalnya

Keseriusan untuk menggarap tidak hanya masalah sampah, diperlihatkan dengan adanya kebun sayur setelah melewati hutan kecil. dengan berbagai jenis sayur. Menariknya, media yang digunakan sebagai media tanam adalah barang-barang yang tidak terpakai namun bisa diolah kembali dan dimanfatkan. Kebun sayur ini bernama Waterwise gardening, dengan berbagai macam sayur seperti bayam, selada, tomat , timun jepang dan paprika.

Pemberian nama ini memiliki tujuan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan air karena faktanya banyak rumah di Perth yang menghabiskan air lebih banyak untuk kebun mereka daripada untuk keperluan rumah. Tak hanya itu mereka juga memberikan saran-saran bagaimana cara menggunakan air yang bijak untuk kebun mereka. Semua informasi ini dijeaskan di papan yang ada di kebun tersebut.

Luas kebun ini memnag tak seberapa namun koleksi sayurannya sangat banyak seperti terong, tomat, cabai, peterseli, basil, jeruk, dan labu. Semuanya tanaman tumbuh subur dan terawat dan tak lupa disetiap tanaman terdapat label informasi tentang tanaman. Meskipun berada di TPA, namun sayuran ini tidak berbahaya dan dapat dikonsumsi. Catrina sendiri ikut memanen daun peterseli dan basil yang nantinya akan digunakan untuk memasak makan malam.

Salah satu keunikan dari kebun ini adalah terdapatnya barang kerajian yang berasal dari bahan bekas. Seperti replikasi bola, laba-laba, piramida, dan bunga materi yang terbuat dari besi-besi bekas. Selain itu di kebun ini juga terdapat paan petunjuk mengenai kompos. Termasuk apa itu kompos, manfaat kompos, bahan-bahan sampah apa yang dapat menjadi kompos, dan bagaimana membuat kompos. Semua ini membuat kebun ini sangat layak untuk dijadikan sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak. (laila/ryn)