Konjen RI di Perth Berbagi Cerita Perbedaan Sungai di Aussie dan Indonesia

Oleh : Surya Adinata, Siswa SMPN 4 Surabaya

Rombongan delegasi Cross Culture Environment Education Exchange Australia Indonesia 2015 bersama Catrina salah satu aktivis Millennum kids mendapat kesempatan berharga bertemu langsung dengan Konsulat Jendral RI di gedung KJRI Perth Kamis, (11/06). Pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut bertujuan untuk membahas program Croos Culture Environment Edducation Exchange Australia 2015.

Konsulat Jenderal RI di Perth, Ade Padmo Sarwono. menerima rombongan delegasi Cross Culture Environment Education Exchange dengan bercerita salah satu pembeda sungai di Australia dan Indonesia adalah tata letaknya

Konsulat Jenderal RI di Perth, Ade Padmo Sarwono. menerima rombongan delegasi Cross Culture Environment Education Exchange dengan bercerita salah satu pembeda sungai di Australia dan Indonesia adalah tata letaknya

Pembicaraan mengarah pada permasalahan sampah dan kondisi sungai yang ada di dunia. Menurutnya, sampah yang ada di dunia pada saat ini cukup memprihatinkan banyak negara berkembang bahkan negara maju yang terbelit masalah sampah “Masalah sampah banyak terjadi diseluruh dunia” ujar Konsulat Jendral Republik Indonesia. “Masalah sungai juga banyak yang disebabkan oleh sampah dan penataan lokasi rumah di dekat sungai” sambung Konsulat Jendral RI.

Kondisi sungai di Indonesia dan Australia menjadi salah satu topik pembahasan para peserta Cross Culture Environment Education Exchange Australia Indonesia 2015. Terdapat beberapa perbedaan antara sungai-sungai di Indonesia dan sungai di Australia. Menurut Surya salah satu peserta Cross Culture Environment Education Exchange Australia Indonesia 2015 mengatakan kondisi sungai di indonesia dan austraias terlihat sangat jauh berbeda terutama mengenai tingkat kejernihan airnya.

Foto bersama rombongan delegasi CCEEE 2015 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali dengan Konjen RI di Perth Ade Padmo Sarwono. beserta staffnya

Foto bersama rombongan delegasi CCEEE 2015 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali dengan Konjen RI di Perth Ade Padmo Sarwono. beserta staffnya

Senada dengan Surya, Konsulat Jendral RI di perth mengatakan, sungai-sungai yang ada di indonesia memiliki warna air yang cukup keruh dibanding dengan sungai di australia, salah satu faktor yang menyeabkan hal tersebut dintaranya adalah sampah yang di buang langsung ke sugai “Banyak Perbedaan Sungai di Indonesia dan Di Australia, contohnya adalah jernihnya air sungai di Australia yang terbebas daripencemaran air dan warna sungai yang keruh di Indonesia menandakan bahwa terdapat pencemaran air” Ujar Konsulat Jendral RI.

Selanjutnya, menurut Konsulat Jendral RI. Pola perilaku yang diterapkan masyarakat indonesia dengan australia berbeda dalam hal bangunan rumah dan sistem membuang sampah “air sungai di Australia cukup jernih ini juga dipengaruhi oleh masyarakatnya yang membuang sampah di belakang rumah mereka, desain rumah di pinggir sungai di buat menghadap ke sungai agar mereka tidak membuang sampah ke sungai karena mengganggu kenyamanan, jadi membuang sampahnya di belakang rumah masing-masing” ujar Konsulat Jendral RI.

Menurut Konsulat Jendral RI, masyarakat Indonesia perlu untuk meniru desain bangunan perumahan pinggir sungai di Australia dan sistem pembuangan sampah sehingga sungai yang terdapat di Indonesia menjadi jernih dan tidak tercemar oleh limbah rumah tangga. “kebiasaan untuk tidak membuang sampah di sungai memang harus di hilangkan agar sungai-sungai di Inonesia menjadi jernih, terutama limbah rumah tangga.” Pungkas Konsulat Jendral RI. (surya/ryn)