Mengunjungi Pameran Seni di Galery Central Yang Terbuat Dari Anyaman Net Nelayan

Oleh : Lailatur Rohmah, Guru SMAN 12 Surabaya

Belum puas mengagumi kreativitas dan keindahan barang-barang yang ada di REmida, rombongan delegasi Cross Culture and Environmet Education Exchange 2015 melanjutkan perjalanan menuju ke Perth Cultural Center yang letaknya tak jauh dari Western Australia Museum. Di Perth Cultural Center sendiri tengah berlangsung pameran benda kerajinan yang berbahan dasar jala nelayan dengan tema “West Australian Clean Beach Up”.  Rombongan memilih mengunjungi pameran ini atas saran dari Catrina Aniere, CEO Millennium Kids.

Fatih Abdul Aziz, siswa SMAN 14 salah satu rombongan delegasi CCEEE 2015 serius mengamati salah satu karya seni yang terbuat dari net atau jala ikan nelayan di Perth dalam sebuah pameran seni di pusat kota Perth

Fatih Abdul Aziz, siswa SMAN 14 salah satu rombongan delegasi CCEEE 2015 serius mengamati salah satu karya seni yang terbuat dari net atau jala ikan nelayan di Perth dalam sebuah pameran seni di pusat kota Perth

Begitu memasuki arena pameran, kami disuguhi dengan benda-benda bernilai seni tinggi dan erat kaitannya dengan nelayan. Semua benda ini dibuat dari jala nelayan dan barang bekas seperti botol minuman, tutup botol, penggorengan hingga botol minyak. Kesemuanya benda sampah ini diolah oleh tangan-tangan kreatif sehingga menjadi indah dan berharga. Di dalam pameran tersebut juga dipamerkan bagaiman proses pembuatannya.

Total terdapat 24 barang yang ditampilkan dibagi menjadi lima judul utama yaitu Mad As A Cut Snake, Sister, Welcome Home, Fossils From Out Time, dan Forget Me Knot.  Dimana masing-masing judul memiliki ceritanya sendiri yang ditampilkan melalui benda-benda kerajinan. Seperti pada judul Mad As A Cut Snake yang menceritakan tentang peristiwa yang dialami oleh Jane yaitu ia secara tak sengaja melukai seekor ular ketika sedang berkendara. Cerita ini terwakili dari benda kerajinan berupa setir kendaraan dan ular yang terpisah antar kepala dan ekornya.

Pameran ini tak hanya mampu memanjakan mataku namun juga mampu menambah wawasanku tentang pemanfaatan sampah. Aku menjadi lebih paham lagi bahwa kita harus menjaga dan menyelamatkan laut yang semakin lama semakin rusak.  Inilah yang mungkin harus aku lakukan kepada siswa-siswa selepas dari Australia ini agar mereka lebih peduli lagi terhadap alam mereka.

Salah satu karya seni yang terbuat ari anyaman net atau jala ikan nelayan di kota Perth pada salah satu sudut pameran seni yang mengangkat isu lingkungan tentang bahaya penangkapan ikan menggunakan jala atau net

Salah satu karya seni yang terbuat ari anyaman net atau jala ikan nelayan di kota Perth pada salah satu sudut pameran seni yang mengangkat isu lingkungan tentang bahaya penangkapan ikan menggunakan jala atau net

Diangkatnya tema net atau jaring pada nelayan sebagai salah satu obyek utama karya seni dalam pameran, karena isu lingkungan mengenai nelayan-nelayan yang sudah tidak lagi mau menggunakan cara-cara tradisional, seperti pancing. Menurut Yazid Ahmad, guru SDN Bubutan IV Surabaya, sebenarnya di Indonesiapun mengalami isu lingkungan seperti ini, karena banyak nelayan yang menangkap ikan menggunakan jaring tersebut. “Perbedaannya hanya seniman di Perth ini, memanfaatkan isu lingkungan tersebut menjadi satu pameran seni dari net atau jaring,” ucap Yazid.