Menikmati Indahnya Kota Perth Dengan Banyak Berjalan Kaki

Oleh : Lailatur Rohmah, Guru

Sepuluh hari di Perth, rasanya sayang sekali jika kami hanya naik kendaran saja. Apalagi Perth memiliki luas sekitar 5.386 km2 yang jauh lebih besar dari Surabaya. Hal ini didukung dengan keadaan alam yang sangat berbeda dengan Surabaya yang membuat para delegasi CCEEE memutuskan untuk menikmati indahnya kota Perth dengan banyak berjalan kaki.

Rombongan delegasi CCEEE 2015 menghabiskan lebih banyak hari-hari di kota Perth dengan berjalan kaki, selain karena bertujuan untuk menikmati keindahan kota, mereka ingin melatih kemandirian untuk kemana-mana sendiri dengan memanfaatkan transportasi umum, seperti bis dan kereta

Rombongan delegasi CCEEE 2015 menghabiskan lebih banyak hari-hari di kota Perth dengan berjalan kaki, selain karena bertujuan untuk menikmati keindahan kota, mereka ingin melatih kemandirian untuk kemana-mana sendiri dengan memanfaatkan transportasi umum, seperti bis dan kereta

Tentu saja dengan luas wilayah sebesar itu, tak mungkin jika kami kemana-mana berjalan kaki. Sebisa mungkin dalam setiap kesempatan kami lebih memilih untuk berjalan kaki. Seperti ketika selesai menyebrangi Swan River di Mends St Jetty, kami memilih berjalan kaki menuju halte bis. Meskipun ada blue cat yang siap mengantarkan kami secara gratis. Selain mampu menyehatkan kaki, dengan berjalan kaki, kami menikmati setiap jengkal pemandangan kota Perth lebih dekat.

Banyak keuntungan yang saya dapatkan dari berjalan kami. Saya jadi mengenal tanaman liar yang ada di pinggir jalan, melihat banyaknya taman indah di Perth, dan bagaimana pola berjalan para pejalan kaki di Perth yang dua kali lebih cepat dari masyarakat Surabaya. Perth juga kota yang ramah terhadap para penyandang disabilitas. Mereka dapat dengan mudah menggunakan kursi roda kemana-mana sendiri karena sarana prasarana kota Perth yang ramah terhadap mereka.

Rombongan delegasi CCEEE foto bersama di depan museum Western Australia setelah menghabiskan jarak beberapa kilometer untuk berjalan kaki, mulai dari stasiun kereta api sampai dengan museum

Rombongan delegasi CCEEE foto bersama di depan museum Western Australia setelah menghabiskan jarak beberapa kilometer untuk berjalan kaki, mulai dari stasiun kereta api sampai dengan museum

Menjadi pejalan kaki di Perth benar-benar menyenangkan, saya merasakan itu. Disini saya tak perlu takut tertabrak mobil atau motor, tak perlu juga harus minggir karena tak ada pedagang yang mangkal di trotoar dan tak takut dicopet pastinya. Bahkan jika kita berjalan di malam hari dengan kondisi lampu penerangan seadanya, tak perlu kita takut dengan kejahatan. Dan yang pasti udaranya begitu bersih meskipun kita ada di pinggir jalan yang ramai dengan kendaraan.

Indahnya kota Perth memang hanya bisa dinikmati dengan berjalan kaki. Salah satu yang saya pelajari adalah bagaimana indahnya rumah-rumah disini. Mereka begitu tertata rapi dan semua rumah memiliki halaman. Halam mereka pun begitu cantik karena ditanamami berbagai macam tanaman dan tentu saja mawar raksasa yang hamper selalu ada di setia rumah. Tong sampah mereka juga memiliki 3 jenis dan jarang saya temui sampah berserakan di jalan. Perth, kota yang indah dan entah kapan Surabayaku bisa sepertimu. (laila/ryn)