Ngabuburit Seru, 12 Sekolah Hasilkan Lebih Dari 50 Lubang Resapan di Jalur Hijau Jl Ir Soekarno

SURABAYA – Umumnya, ngabuburit atau istilah yang digunakan untuk menunggu waktu berbuka dihabiskan dengan mencari menu makanan untuk berbuka. Namun, berbeda dengan yang dilakukan oleh pejuang-pejuang lingkungan yang berasa dari siswa, guru dan kepala sekolah, sore Minggu (28/06) di depan gedung BCA Jl Ir. Soekarno. Berbondong-bondong mereka menuju jalur hijau Jl Ir Soekarno untuk menggelar kegiatan ngebor lubang resapan biopori bersama. Kegiatan yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya. dan PT Dharma Lautan Utama.

Ngabuburit sambil ngebor lubang resapan biopori di jalur hijau Jalan Ir Soekarno tidak hanya diikuti oleh siswa, guru saja. melainkan, keluargapun menjadi salah satu hal yang menarik perhatian pengguna jalan saat aksi yang diselenggarakan Tunas Hijau ini digelar

Ngabuburit sambil ngebor lubang resapan biopori di jalur hijau Jalan Ir Soekarno tidak hanya diikuti oleh siswa, guru saja. melainkan, keluargapun menjadi salah satu hal yang menarik perhatian pengguna jalan saat aksi yang diselenggarakan Tunas Hijau ini digelar

Kegiatan yang digelar dengan melibatkan lebih dari 50 orang baik siswa, guru, kepala sekolah hingga orang tua ini melibatkan SDN Kaliasin I, SDN Bubutan IV, SD Ta’miriyah, SDN Pradah Kalikendal I, SMPN 4, SMPN 22, SMAN 12, SMAN 3, SMAN 13, SMAN 14, SMKN 10 dan SMA Nurul Hidayat. Meksi dengan menggunakan alat bor resapan biopori yang jumlahnya terbatas, mereka tetap bersemangat untuk membuat lubang resapan air untuk pencegah banjir.

Jalur hijau Jalan Ir Soekarno yang memiliki kondisi tanah yang penuh bebatuan keras, bukan menjadi rintangan bagi mereka untuk memperluas daerah resapan air di Kota Pahlawan. Menurut penuturan Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau, mengatakan, aksi atau gerakan ngebor lubang resapan biospori selalu rutin dilaksanakan selama di bulan ramadhan, tetapi setiap seminggu atau dua minggu sekali. “Sebelumnya, sudah banyak sekolah yang sudah berpartisipasi, sekarang giliran sekolah kalian,” tantang Anggriyan.

Lebih dari 50 orang yang terdiri dari siswa, guru, kepala sekolah dan keluarga terlibat dalam aksi ngabuburit ngebor lubang resapan biopori yang menghasilkan lebih dari 50 lubang resapan di jalur hijau Jalan Ir Soekarno

Lebih dari 50 orang yang terdiri dari siswa, guru, kepala sekolah dan keluarga terlibat dalam aksi ngabuburit ngebor lubang resapan biopori yang menghasilkan lebih dari 50 lubang resapan di jalur hijau Jalan Ir Soekarno

Menariknya, jalur hijau di depan gedung Esa Sampoerna ini mampu menguras keringat peserta aksi, mereka terkejut karena saat pengeboran, mereka menemukan kondisi tanah yang kering dan banyak bebatuan keras, sehingga membutuhkan bantuian linggis untuk memecahnya. Yazid Ahmad, guru pembina lingkungan SDN Bubutan IV, mengatakan dirinya terkejut saat membuat lubang resapan di daerah depan gedung bank. “Saya kaget, begitu melihat banyaknya bebatuann, sehingga saya harus susah payah,”ucap Yazid.

Lain halnya dengan Adelia Roro, siswa SMAN 13, dirinya bersama tim lingkungan sekolahnya, jauh-jauh datang dari daerah Lidah Kulon, hanya untuk berpartisipasi dlengan kegiatan ngabuburit ngebor lubang resapan bersama. “Tujuan kami untuk ikut aksi ngebor lubang resapan bersama adalah sebagai bahan materi untuk jam hijau, kami juga ingin peduli lingkungan di sekolah terus berkelanjutan tidak berhenti. Tujuan lainnya, supaya kami dapat pahala karena ini merupakan kegiatan ibadah,” ujar Adelia Roro, kader lingkungan.

Pasca kegiatan ngebor bersama, peserta aksi berkumpul menuju mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB untuk bersiap-siap berbuka puasa sambil pengundian hadiah mah temankudoorprize. “Doorprize yang ada diantaranya adalah gantungan kunci, puluhan mug dan beberapa lampu taman tenaga surya,” ujar Anggriyan Permana, disela-sela. il membacakam pengundian doorprize. Sebanyak lebih dari 50 lubang resapan berhasil dibuat oleh masing-masing sekolah. (fat/ryn)