Walikota Surabaya Resmikan Surabaya Eco School 2015

Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan Chalid Buchari, Kepala Dinas Pendidikan Ikhsan, dan Kepala Badan Lingkungan Hidup Musdiq Ali Suhudi bersama perwakilan siswa, guru dan kepala sekolah Surabaya pada peresmian Surabaya Eco School 2015 di Graha Sawunggaling, Rabu (8/7).

Surabaya Eco School 2015, yaitu program lingkungan hidup berkelanjutan bagi sekolah-sekolah Surabaya, kembali digelar oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya. Peresmian (launching) program yang digelar kali pertama 2011 ini dilaksanakan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Rabu (8/7) di Graha Sawunggaling. 

Lebih dari 400 orang siswa, guru dan kepala sekolah Surabaya mengkuti launching yang digelar pada 10 hari terakhir Bulan Suci Ramadhan ini. Hadir pula Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan Kota Surabaya Chalid Buchari, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan dan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi.

“Kehadiran beberapa kepala dinas terkait ini merupakan salah satu bentuk dukungan moral terhadap realisasi program peduli lingkungan hidup Surabaya Eco School 2015 yang akan ‘memaksa rela’ seluruh sekolah Surabaya peduli lingkungan hidup dengan aksi-aksi nyata,” ujar Aktivis Senior Tunas Hijau dan Direktur Surabaya Eco School 2015 Anggriyan Permana.

Dijelaskan oleh Mochamad Zamroni, aktivis senior Tunas Hijau, bahwa sekolah-sekolah yang diundang mengikuti launching Surabaya Eco School 2015 hanyalah perwakilan sekolah di Surabaya. “Selanjutnya semua sekolah tanpa kecuali akan diundang mengikuti workshop atau pelatihan lingkungan hidup Surabaya Eco School 2015 pada awal Agustus 2015,” ujar Mochamad Zamroni.

Pada Surabaya Eco School 2015 ini kembali mengangkat isu air. Temanya “Lanjutkan Konservasi Air Surabaya, Kembalikan Siklus Air”. Latar belakangnya adalah air laut yang banyak masuk ke daratan Surabaya (intrusi) menjadi ancaman yang harus disikapi serius. Belum lagi siklus air yang telah banyak berubah, yaitu air hujan yang seharusnya banyak terserap ke dalam tanah hanya mengalir di atas permukaan tanah berlanjut ke sungai dan laut.

Mind map Konservasi Air Surabaya Eco School 2015

Mind map Konservasi Air Surabaya Eco School 2015

“Dampaknya, sumber air menipis, air tanah mengalami penurunan volume dan kekeringan semakin mudah dijumpai di banyak daerah. Belum lagi, air bersih yang susah diakses. Tentunya aksi nyata berkelanjutan dan terukur harus dilakukan setiap individu untuk menyikapinya,” tambah Aktivis Senior Tunas Hijau Bram Azzaino. (ron)