Jurnalis Cilik SDN Bubutan IV, Siap Liput Kegiatan Lingkungan Secara Mandiri

SURABAYA – Menindak lanjuti workshop Surabaya Eco School 2015, SDN Bubutan IV bergerak cepat dengan melibatkan 99 orang siswa menjadi kader lingkungan yang dibagi menjadi 11 kelompok kerja. Salah satu diantaranya adalah kelompok jurnalis. Fakta pembentukan kelompok tersebut menjadi awal bagi Tunas Hijau menggelar pembinaan lingkungan Surabaya Eco School 2015 di sekolahnya yang diselenggarakan bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya, Kamis (27/08).

Kader lingkungan SDN Bub merealisasikan tantangan pekan pertama dengan mengumpulkan sampah kertas yang ada di sekolah dengan melibatkan 99 orang siswa

Kader lingkungan SDN Bub merealisasikan tantangan pekan pertama dengan mengumpulkan sampah kertas yang ada di sekolah dengan melibatkan 99 orang siswa

Menariknya dalam pembinaan lingkungan kali pertama ini, Tunas Hijau lebih mengarahkan pada pembentukan karakter pada tim jurnalistik sekolah yang berlokasi di Jalan Semarang No 90. Menurut Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau, pembentukan karakter jurnalis cilik ini bertujuan agar menjadikan mereka mandiri untuk melakukan peliputan berita sampai pada tahapan pengiriman laporan.

“Biasanya dalam pelaporan kegiatan lingkungan, siswa jarang mendapat kesempatan untuk melakukan liputan sendiri sampai pada tahapan pengiriman laporannya. Karena yang biasanya mengerjakan atau melakukan itu adalah gurunya,” ujar Anggriyan. Pembentukan karakter jurnalis cilik itu dimulai dengan mengajak mereka melakukan simulasi peliputan berita. Diantaranya seperti pengenalan bagaimana cara mencari bahan berita, melakukan wawancara sampai bagaimana mendapatkan foto atau visual yang bagus.

Dalam pembinaan tersebut, sebelas kelompok yang diantaranya adalah kelompok biopori, sampah, bank sampah, energi, air, keranjang komposter, tong komposter, keanekaragaman hayati, bank sampah, grebek pasar, makanan minuman termasuk jurnalis diajak untuk melakukan beberapa kegiatan untuk mendukung simulasi kelompok jurnalis. “Kelompok biopori silahkan cek lubang resapannya, komposter keranjang dan tong juga silahkan dicek. Sedangkan sisanya, silahkan kumpulkan sampah kertas untuk realisasi tantangan pekan pertama,” ujarnya.

Kader lingnkungan SDN Bubutan IV yang menjadi tim jurnalis mendapatkan pembinaan pembekalan karakter jurnalis yang membuat mereka harus merancang membuat liputan berita sampai mengirimkan sendiri liputan berita yang sudah dibuat kepada Tunas Hijau melalui akun facebook masing-masing saat pembinaan SES 2015

Kader lingnkungan SDN Bubutan IV yang menjadi tim jurnalis mendapatkan pembinaan pembekalan karakter jurnalis yang membuat mereka harus merancang membuat liputan berita sampai mengirimkan sendiri liputan berita yang sudah dibuat kepada Tunas Hijau melalui akun facebook masing-masing saat pembinaan SES 2015

Sementara kelompok-kelompok yang lain berkegiatan, kelompok jurnalis terlihat sibuk menyiapkan beberapa pertanyaan dan membagi tugas untuk melakukan liputan langsung. Berbekal selembar kertas dan beberapa pertanyaan, seperti layaknya wartawan surat kabar, merekapun berpencar untuk mencari berita kegiatan lingkungan. Mochammad Aldo Firos, salah seorang anggota kelompok jurnalis, mengungkapkan, dirinya sudah menyiapkan pertanyaan untuk meliput kegiatan pengumpulan sampah kertas yang dilakukan teman-temannya.

“Saya akan menanyakan kepada mereka, apa tujuan diadakannya aksi pengumpulan sampah kertas di sekolah dan mengapa kegiatan itu perlu dilakukan kak?” terang Aldo siswa kelas 4 sambil menunjukkan beberapa list pertanyaan. Tidak hanya piawai dalam hal melakukan liputan, pasca melakukan liputan, merekapun langsung berinisiatif untuk mengirimkan hasilnya kepada Tunas Hijau melalui akun facebook salah satu siswa. “Ayo teman-teman, kita langsung kirimkan berita ini sebagai laporan kegiatan hari ini,” ajak Aldo.

Bermodal komputer yang ada di sekolah, tim jurnalis ini mulai mengetik setiap kata yang diucapkan oleh narasumber yang merupakan teman-temannya sendiri dalam bentuk artikel kegiatan. Melihat aksi yang dilakukan oleh siswanya, Imam Subroto, guru pembina lingkungan hidup SDN Bubutan IV, mengaku bangga dengan kinerja mereka yang mandiri. “Saya harap, melalui Surabaya Eco School ini, mereka bisa berkembang karakternya, saya tidak menyangka kalau biasanya yang mengerjakan laporan adalah gurunya sekarang malah siswanya yang terlibat mulai awal sampai akhir,” ucapnya. (ryn)