Kegiatan Wajib Olah Sampah Kertas ala SDN Tanah Kali Kedinding II

SURABAYA – Tidak banyak masyarakat mengetahui bahwa bahan baku kertas terbuat dari pohon. Namun, tidak demikian dengan tim lingkungan hidup SDN Tanah Kali Kedinding II. Tim lingkungan hidup sekolah ini sudah tahu bahwa bahan baku kertas terbuat dari pohon. Fakta ini diketahui ketika Tunas Hijau bersama Eco Mobile PJB  menggelar pembinaan lingkungan hidup di sekolah ini, Kamis (22/08). 

Pengumpulan sampah kertN Tanah Kali Kedinding II

Pengumpulan sampah kertN Tanah Kali Kedinding II

Roza Ovnitasari, guru pembina lingkungan SDN Tanah Kali Kedinding II, mengungkapkan bahwa ia hanya membentuk tim lingkungan yang berjumlah 8 orang. Tim itu terdiri dari siswa kelas 5 saja. Sengaja ia membentuk tim kecil karena menurutnya ia ingin memfokuskan pada tim kecil dulu. Ketika tim kecil ini sudah matang akan kegiatan peduli lingkungan di sekolah,  ia harapkan tim ini mampu menggandeng teman-temannya.

Ketika ditemui oleh Aktivis Muda Tunas Hijau Fatih Abdul Aziz, tim ini sedang bergerak untuk mengumpulkan sampah kertas. Mereka mencari ke seluruh sudut sekolah untuk mendapatkan sampah kertas. Mereka datang lebih awal yaitu pukul 10.30 untuk melakukan pengumpulan sampah kertas. Padahal mereka masuk siang yaitu pukul 12.00. Sindiran sebagai pemulung sampah beberapa kali disampaikan orang lain kepada tim ini.

Tapi jangan diragukan kualitas personal tim kecil ini. Tim yang merupakan jebolan Eco School 2014 ini sudah hapal betul dengan kegiatan lingkungan. “Jadi sekolah kami sudah ada pengolahan sampah kertas di sekolah. Pengolahan itu diajarkan pada mata pelajaran kesenian. Kertas yang kami olah khusus dari kertas sisa ulangan yang biasanya terdapat diruang guru,” ujar Tia Dwianti Lestari, ketua tim lingkungan SDN Tanah Kali Kedinding II.

Berbagai olahan daur ulang sampah kertas ditunjukkan oleh tim ini kepada Tunas Hijau. Bahkan tak sedikit yang laku terjual. Kala itu produk olahan daur ulang kertas mereka laku ketika ada pameran pendidikan. Mulai dari topeng yang terbuat dari bubur kertas bekas hingga kamus mini. “Kalau kamus mini ini yang punya ide ya si Tia ini. Ia mengusulkan kepada guru kesenian untuk membuatnya. Ia tahu kamus mini ini dari internet katanya,” ujar Roza Ovnitasari.

Hasil karya daur ulang sampah kertas siswa SDN Tanah Kali Kedinding II

Hasil karya daur ulang sampah kertas siswa SDN Tanah Kali Kedinding II

SDN Tanah Kali Kedinding II mengaku sedikitnya mengolah sampah kertas 2 kardus setiap bulannya untuk kegiatan pembelajaran. “Karena memang spesialis pengolahan kami pada sampah kertas. Ketika saya mendapat SMS dari Tunas Hijau bahwa tantangan minggu pertama yaitu pemilahan sampah kertas hingga tuntas, saya merasa diatas angin karena sudah biasa memilah sampah kertas di sekolah kami. Ketika ditanya target, kami mempunyai target 1 kardus dalam 1 hari,” ujar Roza. (fatih/ro)