Operasi di Kelas, SDN Klampis Ngasem I Hasilkan 5 Kg Sampah Kertas

Siswa anggota tim lingkungan hidup SDN Klampis Ngasem I sedang mengumpulkan sampah kertas dari kelas-kelas

Siswa anggota tim lingkungan hidup SDN Klampis Ngasem I sedang mengumpulkan sampah kertas dari kelas-kelas

SURABAYA – Tantangan mingguan (weekly challenge) Surabaya Eco School 2015 mulai bergulir pekan ini. Tantangan pekan pertama adalah pemilhan sampah kertas secara tuntas. Seluruh sekolah diajak mencoba memaksimalkan potensi sampah kertas yang mereka hasilkan supaya tidak terbuang percuma. 

Tak ketinggalan SDN Klampis Ngasem I yang ikut menjawab tantangan tersebut. Fakta ini terlihat saat Tunas Hijau bersama mobil edukasi keliling lingkungan hidup keliling bantuan CSR PT Pembangkitan Jawa-Bali atau Eco Mobile PJB melakukan pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School 2015 pada Selasa (25/8).

SDN Klampis Ngasem I mempunyai  tim lingkungan sendiri. Tim yang diberi nama ‘Pahlawan Hijau Klamsa’ ini baru saja terbentuk dan belum berumur satu pekan. Tapi semangat mereka sangat menggebu ketika mengikuti workshop internal. Tim ini juga punya komitmen bahwa lingkungan bukan milik satu dua orang saja. Namun, milik seluruh masyarakat. “Mereka tergugah sejak kami memberikan fakta lingkungan saat workshop internal,” ujar Rosa.

Fatih Abdul Aziz, aktivis muda Tunas Hijau, memberikan gambaran tentang gerakan peduli lingkungan kepada seluruh tim lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim ini. Salah satunya Surabaya Eco School. Ia juga menjelaskan melalui Surabaya Eco School anak-anak diajarkan untuk peduli lingkungan di sekolahnya masing-masing. Ketika ditanya apakah sudah tahu tantangan untuk minggu ini. “Pemilahan sampah kertas, Kak” ujar mereka bersamaan.

Fatih Abdul Azis bersama Mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB pada pembinaan lingkungan hidup di SDN Klampis Ngasem I

Fatih Abdul Azis bersama Mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB pada pembinaan lingkungan hidup di SDN Klampis Ngasem I

Bermodalkan 60 orang anggota tim lingkungan SDN Klampis Ngasem I Surabaya menggalakkan operasi kelas setiap harinya. Sistemnya, tim lingkungan sudah dibagi menjadi 12 kelompok. Dimana satu kelompok diberi tanggung jawab 2 kelas untuk operasi sekolah setiap harinya. “Kami sudah merencanakan sejak Senin dan Selasa ini baru saja berjalan dengan antusias siswa yang sangat luar biasa,” ujar Farida, guru pembina lingkungan hidup SDN Klampis Ngasem I.

Operasi kelas hanya diberi waktu 15 menit. Dan ajaibnya lebih dari 3 karung besar sampah berhasil dikumpulkan dari kelas maupun ruang guru. Sampah yang mereka kumpulkan masih campur aduk. Fatih lantas mengajak siswa untuk memilah sampah menjadi tiga yaitu sampah kertas, sampah botol plastik, dan sampah plastik. Setelah dipilah terkumpulah 1 karung sampah kertas, 1 karung botol plastik, dan setengah karung sampah plastik.

“Bayangkan sampah sebanyak ini kalian produksi setiap hari. Sampah kertas dan botol bisa didaur ulang atau dijual kepada pengepul dengan begitu sampah takkan tercampur. Dan kalian juga ikut berkontribusi terhadap lingkungan,” ujar Fatih. Ketika ditimbang sampah kertas mencapai 5 kg dalam satu hari. Fatih juga menambahkan bahwa sampah kertas ini bisa dimaksimalkan selama hari efektif sekolah paling tidak SDN Klampis Ngasem I bisa mengumpulkan 20 kg sampah kertas.(fatih/ro)