Usai Operasi Sampah Kertas, SDN Sambikerep II Siapkan Pengomposan Hadapi SES 2015

SURABAYA – Menyisakan waktu sehari lagi batasan pelaksanaan tantangan pekan pertama program Surabaya Eco School 2015, tidak membuat kader lingkungan SDN Sambikerep II panik atau ketakutan. Sebaliknya, merekapun menyambut tantangan untuk memilah sampah khusus kertas lalu dijual ke pengepul ini dengan mengatakan tantangan tersebut akan dilaksanakan serentak keesokan harinya. Informasi tersebut disampaikan saat pembinaan pertama program lingkungan hidup berkelanjutan di sekolahnya, Jumat (28/08) pagi.

Kader lingkungan SDN Sambikerep II, melakukan operasi sampah kertas untuk aksi pertama merealisasikan tantangan pekan pertama tentang pemilahan sampah khusus kertas

Kader lingkungan SDN Sambikerep II, melakukan operasi sampah kertas untuk aksi pertama merealisasikan tantangan pekan pertama tentang pemilahan sampah khusus kertas

Dalam pembinaan lingkungan yang dilakukan di ruang perpustakaan ini mengajak mereka untuk memulai realisasi pengumpulan sampah kertas dengan melakukan operasi sampah kertas di setiap kelas. “Meskipun realisasi pengumpulan sampah kertasnya masih besok, tetapi tidak ada salahnya kalau kalian memulai untuk aksinya hari ini dengan melakukan operasi sampah kertas di setiap kelas,” ajak Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau.

Ajakan tersebut disambut dengan penuh semangat oleh kader lingkungan baru yang duduk di kelas 4. Dalam operasi sampah kertas tersebut, mereka fokuskan pada sampah kertas yang masih layak dijual. “Yang diambil nantinya adalah sampah kertas utuh ya, kalau sampah kertas yang sudah sobek-sobek jangan. Kalau yang sudah sobek itu diolah saja dengan dijadikan bubur kertas,” imbuh direktur Surabaya Eco School 2015.

Tidak hanya melakukan operasi pengumpulan sampah kertas, kader lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Jelidro ini juga melakukan perawatan kepada media pengomposan yang menjadi program lingkungan unggulan. Pengomposan merupakan salah satu program lingkugan yang sudah disiapkan untuk menghadapi Surabaya Eco School 2015. Berbekal kayu bekas, Daffa Maulana, salah seorang siswa kelas 5, mengaduk tong komposter yang ada di depan perpustakaan.

Kader lingkungan SDN Sambikerep II menyiapkan tong komposter dengan melakukan pengadukan sampah organik untuk menghadapi Surabaya Eco School 2015 dengan target melebihi capaian target sebelumnya

Kader lingkungan SDN Sambikerep II menyiapkan tong komposter dengan melakukan pengadukan sampah organik untuk menghadapi Surabaya Eco School 2015 dengan target melebihi capaian target sebelumnya

Menurut Daffa Maulana, perawatan tong komposter ini dilakukan setiap dua hari sekali dengan cara diberi air agar menjaga kelembaban sambil diaduk. “Perawatan tong komposter memang dilakukan oleh anak-anak setiap dua hari sekali dengan mengaduknya. Tidak hanya sekedar mengaduknya, kami pun setiap hari sepulang sekolah mengumpulkan sampah organik daun-daun yang jatuh sebagai bahan bakunya,” ucap Daffa.

Selain melakukan perawatan pada tong komposter, mereka juga melakukan perawatan kepada kotak kompos yang terletak di dekat bank sampah di area belakang. Menurut kader lingkungan yang sudah terlibat Surabaya Eco School selama 2 tahun ini aksi perawatan tersebut bertujuan agar mereka bisa memenuhi target panen kompos dan melebihi capaian target dari program Ecopreneur yang bisa memanen 1 ton kompos. “Semua ini kami lakukan karena kami ingin melampaui capaian target dari 1 ton kompos saat program Ecopreneur,” ujar Alya Chelsea, siswa kelas 5.

Menariknya, dalam perawatan ini, pemberian air tidak menggunakan air yang berasal dari keran air, melainkan menggunakan air yang ada di dalam tandon tangkapan air hujan. Alya Chelsea, siswa kader lingkungan berkaca mata, mengatakan pemanfaatan air hujan untuk membasahi sampah organik dalam media pengomposan merupakan upaya konservasi air. “Dengan menggunakan air yang berasal dari tandon ini berarti kami sudah bisa menghemat air dari kran yang bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting lagi,” jelas Alya Chelsea. (ryn)