SMAN 14 Awali SES 2015 dengan Grebek Pasar

Tim Lingkungan Hidup SMAN 14 Surabaya saat Grebek Pasar Mangga Dua  mengawali Surabaya Eco School 2015

Tim Lingkungan Hidup SMAN 14 Surabaya saat Grebek Pasar Mangga Dua mengawali Surabaya Eco School 2015

SURABAYA – Tim Lingkungan SMAN 14 mempunya cara sendiri untuk memulai gelaran Surabaya Eco School 2015. Kader lingkungan mengajak  Tunas Hijau bersama mobil edukasi keliling lingkungan hidup keliling bantuan CSR PT Pembangkitan Jawa-Bali atau Eco Mobile PJB  untuk melakukan Grebek  Pasar Tradisional, Minggu (23/8). 

Grebek pasar ini merupakan langkah awal mereka untuk memulai program lingkungan yang ada di sekolahnya tahun ajaran ini. Inisitiaf ini muncul tatkala mereka melihat mesin pengomposan skala besar yang mereka punya ‘nganggur’alias lama tidak digunakan di rumah kompos sekolah.

“Sebenarnya mesin kami selalu melakukan penggilingan setiap pekan, tepatnya pada hari Rabu. Namun, karena jumlah sampah organik kami sedikit, maka kami juga ingin menambah produksi kompos dengan grebek pasar ini. Hitung-hitung juga mengenalkan kepada kader baru kelas 10 tentang apa itu grebek pasar dan apa saja yang dilakukan selama grebek pasar,” ujar Novan Maldini, koordinator grebek pasar.

Sasaran mereka adalah salah satu pasar tradisional terbesar di Surabaya yaitu Pasar Mangga Dua. Beranggotakan 10 orang, mereka langsung menyerbu sampah yang terdapat di pasar. Ketika itu keadaan pasar memang sepi karena pasar hanya beroperasi pada sore hingga pagi hari. Sedangkan, mereka melakukan grebek pasar mulai pukul 9 pagi. Hanya nampak beberapa petugas kebersihan di sana. Sebelum melakukan pengambilan sampah para kader ini berusaha menggali data tentang sampah pada petugas kebersihan.

Beberapa anggota tim lingkungan hidup SMAN 14 Surabaya berdialog dengan petugas kebersihan pasar

Beberapa anggota tim lingkungan hidup SMAN 14 Surabaya berdialog dengan petugas kebersihan pasar

“Menurut data yang kami himpun, sampah di pasar ini mencapai 2-3 truk sampah. Seluruh sampah ini langsung dikirim ke (TPA sampah) Benowo. Tapi, pernah suatu saat ada sebuah universitas yang minta sampah organik saja selama satu bulan,” ujar Weni Mega. Siswa kelas 11 IPA 5 ini juga menuturkan kalau sampah yang dihasilkan di pasar ini cenderung berbau tidak sedap dan sangat kotor sehingga petugas kebersihan sering kewalahan mengatasinya.

Usai berdialog, dalam waktu singkat tim lingkungan berhasil mengumpulkan 11 karung sampah. Sampah yang mereka ambil cukup bagus. Karena terlihat masih segar dan fresh. “Menurut petugas kebersihan, kebiasaan pedagang sayur kalau dagangannya tidak laku hingga pukul 8 pagi maka sayuran ini akan ditinggal,” ujar Weni Mega. Nantinya sampah organik yang mereka kumpulkan akan langsung mereka giling pada hari itu juga. (fat/ro)