Challenge Pekan 6: Aksi Nyata Bersama Masyarakat Sekitar Peringati Hari Habitat Sedunia

Challenge Pekan 6 Surabaya Eco School 2015

Challenge Pekan 6 Surabaya Eco School 2015

Hari Habitat Sedunia ditetapkan diperingati pada Senin pekan pertama oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Oleh Pemerintah Indonesia, Hari Habitat ini lantas ditetapkan peringatannya setiap 5 Oktober. 

Pada pelaksanaan gerakan peduli lingkungan hidup sekolah-sekolah Surabaya Eco School 2015 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya, serta didukung oleh PT Dharma Lautan Utama dan PPS Autoshine ini, sekolah-sekolah diajak melakukan aksi-aksi nyata memperingati Hari Habitat Sedunia.

Ajakan aksi nyata untuk sekolah-sekolah ini disampaikan melalui Challenge/Tantangan/Tema Pekan 6 Surabaya Eco School 2015, 28 September – 4 Oktober 2015.

Challenge Pekan 6 Surabaya Eco School 2015 adalah “Aksi Nyata Bersama Masyarakat Sekitar Sekolah Peringati Hari Habitat Sedunia.” Aksi nyata yang dimaksud berhubungan peningkatan habitat hidup adalah yang terkait dengan pohon, air, sampah, tanah dan/atau udara.

Diantara aksi nyata yang bisa dilakukan adalah mengajak masyarakat di sekitar sekolah untuk memilah sampah disertai dengan pengolahan sampah secara tuntas. Tidak harus mengajak memilah semua jenis sampah yang ada. Bisa cukup dengan memilah sampah organik saja untuk selanjutnya diolah menjadi kompos.

Aksi ngebor lubang resapan biopori juga bisa menjadi pilihan aksi nyata sekolah bersama warga di sekitarnya. Seperti jamak diketahui, saat ini terjadi penurunan kualitas tanah. Diantara indikatornya adalah jarangnya ditemukan cacing dan semakin sedikitnya air hujan yang bisa meresap ke dalam tanah.

Pembuatan lubang resapan biopori bisa menjadi salah satu solusi nyata untuk peningkatan kualitas tanah dan lingkungan hidup. Terlebih, saat kemarau seperti ini, ketika terjadi penurunan permukaan air tanah, adalah saat yang tepat untuk membuat lubang resapan biopori. Sehingga, pada saat musim hujan sekitar dua bulan lagi, banyak air hujan yang bisa diresapkan ke dalam tanah.

Tanam pohon bersama masyarakat sekitar bisa menjadi pilihan aksi nyata. Namun, karena sedang musim kemarau, akan lebih baik perlu diperhatikan juga perawatan/penyiraman setelah penanaman pohon dilakukan. Bisa disiasati dengan penanaman dalam pot dan di tempatkan di sekitar pemukiman warga. Jenis tanaman yang dipilih juga bisa yang produktif dan bisa langsung dimanfaatkan seperti lombok, tomat dan sejenisnya.

Inovasi SDIT Al Uswah yang mengajak keluarga siswa untuk ngebor lubang resapan biopori di rumah masing-masing.

Inovasi SDIT Al Uswah yang mengajak keluarga siswa untuk ngebor lubang resapan biopori di rumah masing-masing.

Yang perlu diperhatikan dalam realisasi Challenge Pekan 6 ini adalah “ajakan” dan “bersama”. Bukan “meminta”. Maksudnya, dengn “ajakan” dan “bersama”, berarti warga sekolah juga melaksanakan aksi nyata yang sama.

Sekolah juga bisa mengundang wartawan media massa untuk meliput aksi nyata ini. Caranya, dengan merencanakan aksi nyata tersebut dengan sangat menarik  dan kreatif. Sehingga, media massa tertarik untuk mempublikasikannya. BUKAN dengan membayar sejumlah uang ke media massa seperti layaknya memasang iklan.

Berikut ini beberapa kontak wartawan media massa yang ada di Surabaya: Munir Radar Surabaya 081330443284, Ahmad Surya 08563171486, Firda Jawa Pos 085748990879, Dipta Jawa Pos 082132921442, Totok Suara Surabaya 08553040024, Tasmudi Koran Sindo 08155172541, Tumpal Radio Trijaya 08885312010, Edwin JTV 081213831110, dan Bahana Kompas 085733253848. (ron)