SDN Wonokusumo V Siap Pertahankan Prestasi Yel-Yel LH

Sebagian anggota tim lingkungan hidup SDN Wonokusumo V Surabaya memanfaatkan waktu pulang sekolah untuk mengolah sampah non organik menjadi produk daur ulang yang akan digunakan sebagai kostum tim yel-yel lingkungan hidup mereka. 

Beberapa anggota tim lingkungan hidup SDN Wonokusumo V membuat kostum yel-yel dari sampah non organik

Beberapa anggota tim lingkungan hidup SDN Wonokusumo V membuat kostum yel-yel dari sampah non organik

Pemandangan ini nampak saat ‪#‎tunashijau‬ ‪#‎tunashijauid‬ melakukan pembinaan dan pemantauan lapangan gerakan peduli lingkungan hidup sekolah-sekolah #‎SurabayaEcoSchool2015‬ #‎SurabayaEcoSchool‬ yang digelar bersama Pemerintah Kota ‪#‎surabaya‬ dan didukung PT Dharma Lautan Utama serta PPS Autoshine, Rabu (30/9).

Dewi Ratih, guru pembina lingkungan hidup SDN Wonokusumo V, kepada Tunas Hijau menyampaikan harapannya agar prestasi tim yel-yel sekolahnya bisa seperti tahun lalu yang meraih penghargaan sebagai juara II kategori Selolah Dasar. “Setidaknya bisa masuk 5 tim terbaik yel-yel SD. Atau bahkan menjadi juaranya,” harap Dewi Ratih.

Sementara, pada pemantauan lapangan itu Tunas Hijau salut dengan upaya sosialisasi peduli lingkungan hidup yang terus dilakukan di sekolah ini. “Sosialisasi lingkungan hidup terus kami lakukan tiap hari pada jam istirahat melalui Radio Sekolah. Ada petugas piket penyiarnya,” ujar Dewi Ratih sambil menunjukkan jadwal piket Radio Sekolah.

Pada kesempatan ini, Tunas Hijau menyoroti dua penjual kantin sekolah yang sebelumnya merupakan dua sekolah berbeda, SDN Wonokusumo V dan SDN Wonokusumo IX. Dua penjual kantin itu masih menjual makanan, dan minuman dengan kemasan plastik sekali pakai yang tentunya menggunakan pengawet.

Dijelaskan oleh Dewi Ratih bahwa petugas Puskesmas setempat sudah melakukan pengecekan kantin sekolahnya. “Kami sudah disarankan untuk mengurangi jajanan dan minuman kemasan seperti yang masih dijual ini,” ujar Dewi Ratih. Lebih lanjut Kepala SDN Wonokusumo V Khatam menjelaskan bahwa berikutnya kantin hanya boleh menjual makanan dan minuman dengan standar yang ditetapkan sekolah. (ron)