SMKN 10 Ajak SMK Adhikawacana dan Warga Kampung Bersih-Bersih Selokan

SURABAYA – Beragam cara dilakukan oleh sekolah-sekolah untuk memperingati Hari Habitat Nasional yang diperingati setiap tanggal 5 Oktober. Tidak ketinggalan, kader lingkungan SMKN 10 yang berencana untuk mengajak warga sekitar melakukan aksi bersih-bersih saluran air di depan sekolah. Informasi tersebut didapatkan Tunas Hijau saat menggelar pembinaan lingkungan di sekolahnya, Selasa (29/09).

Kader lingkungan SMKN 10 melakukan operasi sampah daun untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan kompos dalam Surabaya Eco School 2015

Kader lingkungan SMKN 10 melakukan operasi sampah daun untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan kompos dalam Surabaya Eco School 2015

Memanfaatkan agenda Jumat bersih, mereka mulai membuat rencana kegiatan bersih-bersih saluran air yang melibatkan masyarakat sekitar. Menurut Syahrul Gunawan, salah seorang kader lingkungan, mengatakan, aksi bersih-bersih saluran air yang melibatkan warga sekitar sebenarnya sudah pernah dilakukan, sayangnya tahun lalu. “Kebetulan karena momennya tepat dengan adanya tantangan pekan keenam Surabaya Eco School 2015, kami menyambutnya dengan menggelar kerja bakti saluran air warga,” ujar Syahrul.

Tidak hanya sekedar aksi bersih-bersih selokan saja, rencananya mereka akan menggandeng kader lingkungan SMK  Adhikawacana untuk berpartisipasi membersihkan saluran air di wilayah kelurahan Keputih Tegal. Menurut Elisabeth Andriningtyas, guru penanggung jawab lingkungan SMKN 10, karena letak kedua sekolah yang berdekatan, maka menyikapi tantangan pekan keenam ini, kader lingkungan kedua sekolah akan berkolaborasi dalam kegiatan lingkungan.

Kader lingkungan SMKN 10 melakukan pengecekan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) rutin yang mengolah air limbah kantin

Kader lingkungan SMKN 10 melakukan pengecekan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) rutin yang mengolah air limbah kantin

“Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak RW dan kelurahan agar menghimbau warganya berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih saluran air ini. Karena luas area saluran air yang akan dibersihkan saling berkaitan. Jadi, dimulai dari saluran air di dekat masing-masing sekolah, kemudian bertemu di tengah,” ujar Elisabeth. Surveipun dilakukan oleh kader lingkungan sekolah yang berlokasi di daerah Keputih Tegal untuk menentukan lokasi awalnya.

Tidak hanya sekedar bersih-bersih saja, kader lingkungan yang memiliki sebutan kader Joroyo ini turut membagikan bibit tanaman palem yang merupakan salah satu program lingkungan sekolah, kepada setiap keluarga yang terlibat. “Pesan yang ingin kami sampaikan dalam peringatan hari habitat ini adalah kami ingin mengajak masyarakat sekitar sekolah lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama saluran air. Minimal dengan tidak membuang sampah di saluran tersebuet,” terang Wahyu Agung, salah seorang kader lingkungan kelas 11.

Lebih lanjut, dalam pembinaan lingkungan ini, kader lingkungan menunjukkan perkembangan program pengomposan mereka. Menurut Karina, kader lingkungan kelas 11, pengomposan di sekolahnya sudah hampir jadi. “Setiap hari, kader lingkungan kelas 10 mempunyai tugas untuk mengaduk dan merawat pengomposan tersebut. Kalau tidak ada halangan, dua minggu lagi kompos ini bisa dipanen,” ujar Karina. (ryn)