Aspek Penilaian Lomba Yel-Yel Lingkungan

Di dunia internasional sudah ada kompetisi musik dengan alat-alat dari sampah non organik. Di dunia internasional juga ada perlombaan fashion daur ulang. Di dunia internasional ada lomba lagu lingkungan. Di dunia internasional juga ada perlombaan cheerleader atau pemandu sorak. 

Ada delapan aspek penilaian Lomba Yel-Yel Lingkungan Hidup

Ada delapan aspek penilaian Lomba Yel-Yel Lingkungan Hidup

Tapi di Surabaya yang mengawali lomba yang memasukan penggunaan alat musik daur ulang, fashion daur ulang, pemandu sorak, lagu lingkungan dalam satu perlombaan, yaitu Lomba Yel-Yel Lingkungan Hidup Surabaya Eco School 2015 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya didukung PT Dharma Lautan Utama, PO Mentari Pagi dan PPS Autoshine. Itulah yang menjadi alasan bahwa lomba ini adalah lomba yang unik.

Penilaian Lomba Yel-Yel Lingkungan Hidup Surabaya Eco School 2015 ini akan meliputi 8 (delapan) aspek, yaitu alat musik, musik, lirik, lagu, kostum, gerakan, partisipasi dan harmonisasi. “Aspek penilaiannya sangat banyak. Ada delapan aspek penilaian,” kata Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni.

Mengenai alat musik yang digunakan, semakin beragam alat musik dari bahan sampah non organik yang digunakan akan semakin tinggi nilainya. “Penggunaan alat musik umum akan berdampak pada pemberian nilai nol pada aspek penilaian alat musik dan musik,” kata Mochamad Zamroni.

Pada aspek penilaian lirik akan melihat kuatnya pesan yang disampaikan. “Pesan tentunya tidak terlalu banyak untuk lebih memudahkan pendengar atau penonton atau masyarakat memahami pesan yang disampaikan melalui vokal yang disampaikan. Untuk membantu penilaian, masing-masing tim diminta menyerahkan lirik kepada juri sebelum tampil,” ujar Aktivis Senior Tunas Hijau Bram Azzaino.

Penggunaan alat musik umum akan berdampak pada pemberian nilai nol pada aspek penilaian alat musik dan musik

Penggunaan alat musik umum akan berdampak pada pemberian nilai nol pada aspek penilaian alat musik dan musik

Pada aspek penilaian lagu yang dimaksud adalah perpaduan antara vokal dan musik yang dihasilkan oleh masing-masing tim yang tampil. Sedangkan aspek penilaian gerakan, kekompakan menjadi perhatian utama, termasuk juga ragam gerakan yang akan ditampilkan.

Aspek penilaian harmonisasi akan melihat pada perpaduan 6 aspek yang lainnya setelah berpadu (kecuali partisipasi). Sementara itu, aspek penilaian partisipasi bisa jadi penentu utama setelah terjadi skor yang hampir sama. “Semakin banyak anggota timnya dan variasi anggotanya, maka semakin bagus nilainya. Keterlibatan kepala sekolah tentunya memberikan poin tersendiri,” ujar Aktivis Senior Tunas Hijau dan Direktur Surabaya Eco School 2015 Anggriyan Permana. (ron)