Realisasi Challenge Pekan XI, SMPN 26 Buat Mural Dan Ngebor Biopori di Depan Sekolah

SURABAYA – Rencana besar disampaikan oleh Akhmad Suharto, kepala SMPN 26, menanggapi tantangan pekan kesebelas program Surabaya Eco School 2015. Rencana tersebut adalah melakukan penanaman pohon dan pembuatan mural dinding yang ada di depan sekolah, tepatnya di jalan baru akses masuk ke sekolah. Informasi tersebut disampaikan kepada Tunas Hijau saat menggelar pembinaan lingkungan Surabaya Eco School 2015 di sekolahnya, Selasa (03/11).

Akhmad Suharto, kepala SMPN 26 memberikan penjelasan rencana realisasi tantangan pekan 11 Surabaya Eco School 2015 dengan mengadakan kegiatan mural dinding dan pembuatan lubang resapan biopori Jumat depan

Akhmad Suharto, kepala SMPN 26 memberikan penjelasan rencana realisasi tantangan pekan 11 Surabaya Eco School 2015 dengan mengadakan kegiatan mural dinding dan pembuatan lubang resapan biopori Jumat depan

Dalam sela-sela pembinaan sekaligus evaluasi tim yel-yel lingkungan hidup, Suharto mengajak kader lingkungan sebagai pioner untuk mengajak warga sekolah mendukung rencananya tersebut. “Hari Jumat besok, saya akan siapkan cat dasar lima warna yang bisa dipergunakan untuk membuat lukisan di dinding atau biasa disebut mural dengan tema Cintai puspa dan satwa Indonesia. Saya ingin dilombakan, pesertanya adalah perwakilan setiap kelas,” ujarnya.

Rencana lainnya adalah warga sekolah lainnya yang tidak berpartisipasi dalam lomba mural lingkungan ini diajak untuk membuat lubang resapan biopori di depan sekolah. Aksi ini bertujuan untuk menyambut datangnya musim hujan, agar air hujan dapat meresap ke dalam tanah dengan optimal. “Karena depan sekolah kita sudah di paving, perlu kita tambahi dengan membuat lubang resapan biopori, jadi saat musim hujan, lubang resapan tersebut membantu paving menyerapkan air hujan ke dalam tanah,” imbuh mantan kepala SMPN 11.

Kader lingkungan SMPN 26 melakukan pengecekan lubang resapan biopori sebelum aksi pembuatan lubang resapan biopori bersama warga sekolah Jumat depan merealisasikan tantangan pekan 11 Surabaya Eco School 2015

Kader lingkungan SMPN 26 melakukan pengecekan lubang resapan biopori sebelum aksi pembuatan lubang resapan biopori bersama warga sekolah Jumat depan merealisasikan tantangan pekan 11 Surabaya Eco School 2015

Tidak hanya melibatkan seluruh warga sekolah, dalam kegiatan mural dan pembuatan lubang resapan biopori ini, mereka akan mengundang beberapa sekolah binaan untuk turut berpartisipasi. “Saya berharap dengan adanya kegiatan besar ini, ada beberapa wartawan yang mau meliput kegiatan kami hingga terbit di surat kabar. Karena, tantangan pekan ini targetnya adalah kegiatan lingkungan yang dibuat sekolah harus tayang di surat kabar, atau minimal diketahui oleh awak media,” ujar Suhdi Arifin, siswa kelas 8, ketua kader lingkungan.

Demi melancarkan kegiatan Jumat depan, kader lingkungan mempersiapkan salah satu aksinya, yakni dengan melakukan pemberian tanda pembuatan biopori baru dan pengecekan lubang resapan biopori lama. “Agar lubang resapan biopori kalian optimal, segera lakukan pengecekan ulang berapa banyak lubang resapan biopori yang masih berfungsi dengan baik. Jangan sampai bisa buat lubang resapannya saja, tetapi tidak mau merawat lubang resapannya,” ujar Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau.

Anggriyan menambahkan, berkaitan dengan rencana penanaman pohon di depan, direktur Surabaya Eco School 2015, ini menyarankan agar penanaman pohonnya ditunda, menunggu datangnya musim hujan. “Percuma kalau kalian paksakan untuk menanam pohon Jumat depan dengan cuaca yang panas dan kering begini, saya malah kasihan melihat pohonnya bisa jadi akan mati atau layu karena kekurangan air. Lebih baik nanam pohonnya saat musim hujan saja,” ucap Anggriyan. (ryn)