SMAN 12 Rencanakan Parade Kostum Puspa dan Satwa Realisasi Tantangan Pekan XI

SURABAYA – Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diperingati setiap tanggal 5 November menjadi tantangan pekan kesebelas dalam program Surabaya Eco School 2015. Dalam tantangan pekan ini, setiap tim lingkungan hidup sekolah diminta untuk membuat kegiatan sekreatif mungkin dengan mendatangkan media massa memperingati salah satu hari lingkungan tersebut. Salah satunya seperti yang sedang didiskusikan oleh kader lingkungan SMAN 12, bersama dengan guru pembina lingkungannya membahas tantangan tersebut.

Suharningsih bersama dengan Lailatur Rohmah, guru pembina lingkungan SMAN 12 dan tim lingkungan hidup yang biasa disebut Dabels Crenata merencanakan ide kreatif memperingati Hari CInta Puspa dan Satwa Nasional sebagai bagian dari tantangan pekan 11 Surabaya Eco School 2015

Suharningsih bersama dengan Lailatur Rohmah, guru pembina lingkungan SMAN 12 dan tim lingkungan hidup yang biasa disebut Dabels Crenata merencanakan ide kreatif memperingati Hari CInta Puspa dan Satwa Nasional sebagai bagian dari tantangan pekan 11 Surabaya Eco School 2015

Informasi tersebut didapati Tunas Hijau saat menggelar pembinaan lingkungan SES 2015 di sekolahnya, Selasa (03/11). Beragam ide disampaikan, sepert ide untuk melakukan penanaman memanfaatkan lahan kosong sekolah. Menurut Suharningsih, guru pembina lingkungan, sekolah sudah mempunyai program HUBUSAKORU (Hutan Buah Sayur Sekolah Oleh Guru), kali ini mereka berencana untuk mengembankan menjadi HUBUSAKOSIS (Hutan Buah Sayur Oleh Siswa),” terang Suharningsih.

Upaya program baru ini dimulai dari langkah kader lingkungan, sekolah akan memberikan lahan untuk diolah dan dimanfaatkan oleh mereka. “Program lingkungan yang baru ini akan diterapkan oleh anak-anak sendiri dulu, karena mereka juga berasal dari perwakilan kelas. Tetapi ini masih rencana, sekolah masih menyiapkan lahannya,” ujarnya. Ide lainnya adalah menggelar aksi parade peduli Puspa dan Satwa Indonesia.

Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau, menjelaskan cara mempercepat proses pengomposan pada kotak kompos yang dimiliki oleh SMAN 12 saat pembinaan SES 2015

Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau, menjelaskan cara mempercepat proses pengomposan pada kotak kompos yang dimiliki oleh SMAN 12 saat pembinaan SES 2015

Dijelaskan oleh Nafiatus Sadiah, salah seorang kader lingkungan, bahwa rencananya mereka akan melibatkan seluruh kelas. “Setiap kelas kami minta untuk menyiapkan maskot puspa dan satwa, selebihnya siswa yang lain kami minta untuk menyiapkan poster dan pesan-pesan lingkungan dengan tema yang sama,” ujar Nafiatus, siswa kelas 11 IPA. Parade atau kampanye lingkungan ini akan berkeliling di area sekitar sekolah, diharapkan masyarakat sekitar membaca pesan lingkungan untuk melestarikan puspa dan satwa.

Disisi lain, kotak pengomposan kader lingkungan yang terkenal dengan sebutan Dabels Crenata ini mempunyai kendala. Kendalanya, beberapa minggu lalu, mereka sudah memanen kompos yang sudah jadi, tetapi sekarang kotak kompos tersebut penuh dengan sampah daun lagi. “Kalau seperti ini, bagaimana kami bisa menyelesaikan target panen hingga 500 kg,” keluh Imam Hambali, ketua kadr lingkungan kelas 11 IPA.

Permasalahan tersebut segera mendapat respon dari Lailatur Rohmah, guru pembina lingkungan lainnya, yang mengajak anak-anaknya untuk melakukan pembersihan kotak kompos dari sampah nonorganik. “Karena tidak ada tulisan tanda sebagai tempat sampah khusus organik, makanya penjaga sekolah kadang membuang sampah hasil sapuan ke kotak ini, jadi ya mari kita pilah sampahnya,” ajak Lailatur Rohmah. (ryn)