Challenge Pekan Keempat Surabaya Eco School 2016

Banyak tempat kumuh di sekolah yang disulap menjadi tempat yang indah dalam sepekan lalu. Hal ini karena kegigihan tim lingkungan hidup Surabaya Eco School sekolah yang bersangkutan. Demikian juga iklan layanan masyarakat banyak bermunculan di sekolah-sekolah melalui mading Zero Waste yang dibuat sekolah-sekolah Surabaya Eco School 2016. 

Lahan yang semula kumuh di SMPN 41 Surabaya berubah menjadi rumah kompos

Lahan yang semula kumuh di SMPN 41 Surabaya berubah menjadi rumah kompos

Calon penyiar radio/TV juga diprediksi bakal bermunculan dari sekolah-sekolah Surabaya. Hal ini setelah banyak sekolah Surabaya merealisasikan challenge pekan ketiga berupa pengaktifan radio sekolah sebagai media kampanye lingkungan hidup kepada warga sekolah.

Lebih lanjut, challenge pekan keempat (24-30 Oktober 2016) ini adalah:

  1. Pengoptimalan pengolahan sampah organik menjadi kompos di sekolah;
  2. Kampanye kreatif ke sebanyak mungkin warga sekolah dan sekitar sekolah. Dokumentasikan dalam bentuk video dan diunggah ke akun youtube sekolah. Selanjutnya, kirim linknya ke facebook page Tunas Hijau Indonesia, email tunashijauindonesia@gmail.com, atau instagram @tunashijauid. Video dokumentasi kampanye yang diunggah bebas durasinya. Bisa hanya berdurasi 1 menit, bisa lebih dari 1 menit.
Lahan kumuh yang semula hutan sekolah di SMKN 1 Surabaya dirubah menjadi lahan hidroponik

Lahan kumuh yang semula hutan sekolah di SMKN 1 Surabaya dirubah menjadi lahan hidroponik

Surabaya Eco School 2016 adalah gerakan peduli lingkungan hidup sekolah-sekolah di Surabaya dengan tema khusus “Zero Waste” Program ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (ron)